Smart Woman

Mengenal Intan Cahyani, Winner Pro Bali Ambassador yang Antusias Kembangkan Daerah Pelosok

Bermodalkan keberanian serta berbagai ide mengenai aktivitas sosial, Intan Cahyani pun terus maju melewati setiap tes ketika pemilihan PBA 2019.

Mengenal Intan Cahyani, Winner Pro Bali Ambassador yang Antusias Kembangkan Daerah Pelosok
Dok. Ni Wayan Intan Cahyani
Ni Wayan Intan Cahyani, winner Pro Bali Ambassador (PBA) tahun 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Wayan Intan Cahyani lahir dan besar di daerah Kintamani, Bangli, 29 September 1999.

Perempuan yang memiliki hobi menari Bali ini merupakan winner Pro Bali Ambassador (PBA) tahun 2019.

PBA merupakan ajang pemilihan bagi anak-anak muda Bali yang di mana nantinya para anak muda ini diajak untuk mengasah kemampuan tampil di depan publik dan aktif di kegiatan sosial.

Pada ajang inilah Intan terpilih sebagai juara pertama.

“Karena saya lahir dan tumbuh di desa, jadi saya tahu betul bagaimana perbedaan pembangunan antara di desa dan kota. Jadi keinginan terbesar saya adalah ingin meratakan pembangunan antara di kota dan di pelosok-pelosok desa karena masih banyak banget daerah-daerah yang sama sekali belum tersentuh dan terjamah. Melalui PBA ini banyak hal yang ingin saya sampaikan dan salurkan mulai dari pembangunan sampai dengan sosial,” sebutnya.

Intan menyebutkan bahwa awalnya ia tidak memiliki niatan untuk terjun ke dunia pageants, namun ketika ia mengetahui bahwa PBA juga fokus kepada kegiatan sosial yang menyentuh daerah pelosok di Bali, ia pun memberanikan diri untuk mengikuti ajang pemilihan tersebut.

Bermodalkan keberanian serta berbagai ide mengenai aktivitas sosial, ia pun terus maju melewati setiap tes ketika pemilihan PBA tersebut sehingga akhirnya ia berhasil terpilih menjadi juara I dalam ajang PBA tahun 2019.

“Sebenarnya waktu itu saya tidak menyangka dan tidak percaya kalau saya terpilih sebagai winner PBA 2019. Apalagi di awal-awal seleksi sempat merasa down karena seluruh peserta merupakan mahasiswa dari kampus-kampus terkenal di Bali,” tutur Intan.

Malam pemilihan itu pun menjadi malam yang selalu ia ingat dan juga menjadi awal bagi dirinya dalam mengemban tugas sebagai juara PBA tahun 2019.

Intan bersama rekan-rekannya pun melaksanakan berbagai kegiatan unggulan dari PBA, salah-satunya adalah one day to serve.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan PBA dan mengajak anggota PBA untuk terjun langsung membantu masyakarat selama satu hari penuh.

“Adapun pengalaman berkesan saya selama di PBA adalah ketika one day to serve  ke Yayasan Legong Anak Bangsa, yayasan ini merupakan yayasan yang memberikan terapi untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khsusus. Di sana saya merasa tersentil hatinya ketika melihat mereka memiliki semangat hidup yang besar. Saya merasa bodoh banget karena selama ini saya merasa kurang bersyukur. Saya yang diberikan tubuh sesempurna ini sering kali merasa mengeluh sama Tuhan dan masih sering menangis,” ucap Intan.

Ia pun berharap agar ke depannya akan semakin banyak generasi muda Bali yang tergerak hatinya untuk melakukan berbagai kegiatan sosial.

Serta ikut membantu menyukseskan berbagai program dari pemerintah dalam pembangunan di Bali.

“Semoga ke depannya kita bisa berkumpul menjadi satu organisasi yang bergerak dalam misi sosial dan pembangunan untuk Provinsi Bali,” harapnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved