Dharma Wacana

Anti Sosial Saat Belajar Agama

Selama ini, tidak jarang kita temui seseorang yang menekuni agama, justru berubah menjadi orang yang anti-sosial.

Anti Sosial Saat Belajar Agama
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental di Mandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).   

Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

TRIBUN-BALI.COM -- Selama ini, tidak jarang kita temui seseorang yang menekuni agama, justru berubah menjadi orang yang anti-sosial.

Mereka menjauhkan diri dari kehidupan bermasyarakat. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Agama merupakan suatu yang misterius, berada di wilayah metafisika atau dunia nomena (tak nyata).

Maka dari itu, dalam memahami dunia nomena ini, harus mendapatkan diedukasi  yang benar.

Sebab kalau salah pendidikan, maka akan menghasilkan radikalisme, menganggap orang lain di luar agamanya salah.

Di sana terjadi eksklusivisme, tidak ada kebenaran pada pihak agama lain.

Padahal kalau kita berbicara tentang agama, dia hadir sebagai sebuah tuntunan.

Ketika orang menjadi radikal, dia adalah orang yang gagal mempelajari agama.

Sebab, agama atau keyakinan itu bersifat pribadi.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved