Ditinggal Latihan Pramuka, Iphone Setiawan Hilang di Sekolah

I Kadek Setiawan (15), siswa kelas VII di SMP N 2 Semarapura kehilangan handphone di lingkungan sekolahnya.

Ditinggal Latihan Pramuka, Iphone Setiawan Hilang di Sekolah
Tribun Jatim
Ilustrasi Pencuri Handphone 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Kadek Setiawan (15), siswa kelas VII di SMP N 2 Semarapura kehilangan handphone di lingkungan sekolahnya.

Merasa menjadi korban pencurian, orangtua Setiawan pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Klungkung.

Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta menjelaskan, kejadian dugaan pencurian ini terjadi Sabtu (5/10/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

Ketika itu, I Kadek Setiawan tengah mengikuti latihan pramuka dan meletekan tasnya di pohon sawo yang berada di halaman sekolah.

" Ketika itu, tasnya itu diletakkan bersama dengan tas rekan-tekannya yang lain," jelas Suparta, Senin (7/10/2019).

Seusai latihan pramuka, ternyata tas milik Kadek Setiawan sudah tidak ada di bawah pohon sawo. Ia lalu berusaha mencari-cari tasnya di sekitar sekolah.

UPDATE Kasus Pemukulan Wakil Bendesa Adat Wangaya Kelod: Pande Anom Ditetapkan Tersangka

Hadirkan 4 Pakar, Isu Kelapa Sawit Dibahas Pada IOMU ke-13 Perdoki

Tidak berselang lama, Setiawan menemukan tasnya sudah berpindah dan tergeletak di depan ruang kelas VII E.

Betapa kagetnya remaja asal Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Semarapura Kaja tersebut mendapati handphone Iphone warna abu yang ia taruh dalam tasnya sudah raib.

"Ia lalu melapor ke pihak sekolah, dan orangtuanya. Lalu karena merasa menjadi korban, orang tua korban melaporkan kasus ini ke kepolisian," ungkap Suparta.

Kepala Sekolah SMP N 2 Semarapura Ida Bagus Astawa, saat dikonfirmasi mengakui telah mengumpulkan siswa dan guru terkait peristiwa tersebut.

Amor Ring Acintya, Sempat Dirawat, Korban Luka Bakar Gudang Perusahaan Perak di Kertalangu Meninggal

Gunakan Sistem Digital, Pengelolaan Keuangan Banyuwangi Kini Paperless

Mengingat kejadian pencurian ini terjadi di lingkungan sekolah, pihaknya pun mengedapakan upaya persuasif untuk menyelesaikan masalah tersebut.

" Kami kedepankan upaya persuasif, sehingga secara psikologis, anak-anak juga aman," ungkap Ida Bagus Astawa. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved