Dua Peluru Aiptu Pariadi Kenai Kepala Istri, Tetangga Mengenalnya Sebagai Keluarga Harmonis, 

Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Pariadi dan Fitri Handayani, ditemukan tewas tergeletak berlumur darah, di rumah mereka.

Dua Peluru Aiptu Pariadi Kenai Kepala Istri, Tetangga Mengenalnya Sebagai Keluarga Harmonis, 
Kolase Tribun Medan/Indera/Facebook
Kedua korban saat masih hidup (kiri). Jenazah pasangan suami istri Aiptu Pariadi dan istrinya, Fitri ketika berada di mobil ambulan Minggu, (6/10/2019). (Tribun Medan/Indera) 

TRIBUN-BALI.COM, MEDAN - Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Pariadi dan Fitri Handayani, ditemukan tewas tergeletak berlumur darah, di rumah mereka.

Dua peluru melukai kepala istri, sehingga luka seriusnya menyebabkan kematian seketika, dan satu butir mengenai bagian kepala sang polisi yang menjabat sebagai Kepala Tim I Satresnarkoba Polres Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Aiptu Pariadi, diduga menembak istrinya, kemudian dia bunuh diri. Sebelumnya, pasangan suami istri tersebut diduga terlibat pertengkaran.

Pasangan suami istri ini meninggalkan tiga orang anak: dua laki-laki dan satu perempuan; Yuda (20), Ical (16) dan Chantika (10).

Anto, tetangga mereka di Dusun VI Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, menyebut suara tembakan senjata api terdengar begitu keras pada Sabtu (5/10) larut malam.

Ia mendengar tiga kali suara letusan.

"Sekitar pukul 23.00 WIB. Aku sedang nonton TV, pertandingan bola. Itulah dengar tiga kali letusan. Setelah dengar dor..dor..dor aku langsung yakin, ini pasti suara (letusan) pistol," ujar Anto yang ditemui wartawan Tribun Medan di depan rumahnya, Minggu (6/10).

Sebagai informasi, senjata organik polisi biasanya laras pendek, revolver.

Adapun pistol sebutan yang biasa terdengar, adalah jenis senjata laras pendek antara lain glock yang terbatas dipakai satuan khusus, sedangkan senjata reguler Polri adalah revolver.

Anto menyebut, setelah mendengar letusan senjata api, ia segera mematikan televisi dan langsung keluar rumah.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved