Berita Banyuwangi

Gunakan Sistem Digital, Pengelolaan Keuangan Banyuwangi Kini Paperless

Penatausahaan dokumen keuangan Pemkab Banyuwangi kini dilakukan dengan menggunakan sistem digitisasi atau nonkertas (paperless)

Gunakan Sistem Digital, Pengelolaan Keuangan Banyuwangi Kini Paperless
haorrahman
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Samsudin 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI -Penatausahaan dokumen keuangan Pemkab Banyuwangi kini dilakukan dengan menggunakan sistem digitisasi atau nonkertas (paperless), sehingga lebih efektif dan efisien.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, mengatakan, digitisasi atau digitizing merupakan sistem alih media dari bentuk tercetak menjadi bentuk digital.

Digitisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen berbentuk digital.

”Sistem ini merupakan peningkatan dari sistem informasi manajemen perencanaan, penganggaran dan pelaporan (Simral) yang sudah ada sebelumnya. Sistem lama kami sempurnakan dengan menambahkan modul baru di dalamnya berupa digitisasi ini. Semuanya harus paperless, sudah bukan zamannya ke mana-mana bawa dokumen setumpuk,” kata Mujiono.

Dua Bau Ini Mengundang Nyamuk Mengerubungimu

Secara Tak Langsung, Orangtua Sering Mengajari Anak Berbohong

Sistem ini berisi semua aspek penatausahaan keuangan yang dikombinasikan dengan sistem tanda tangan elektronik (tte).

Dengan demikian, beberapa dokumen tidak perlu lagi tanda tangan basah.

”ASN (Aparatur Sipil Negara) terkait bisa langsung memberikan tanda tangan di mana saja karena sistem ini terkoneksi dengan android di smartphone masing-masing orang. Jadi sekarang tidak ada alasan dokumen terhambat karena ASN-nya sedang tidak ada di tempat. Dokumen cukup disimpan di-file dan dapat diunduh jika diperlukan,” terang dia.

Sistem paperless ini, lanjut dia, akan diterapkan di seluruh lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Dokumen keuangan dinas/badan yang dulunya menggunakan pola cetak manual, kini akan beralih menjadi serba elektronik.

Minuman Jahe untuk Sarapan, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

Dikira Ular Ternyata Belut Raksasa Langka Berusia 30 Tahun, Wang Menjualnya Seharga Rp 45 Juta

”Dengan paperless, harapan kami pengelolaan keuangan akan semakin praktis. Pengajuan anggaran cukup dilakukan secara online, tidak perlu lagi membawa banyak dokumen fisik. Sehingga kerjanya lebih efisien, juga sekaligus meningkatkan transparansi,” tambah Mujiono.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Samsudin, menambahkan peralihan dari sistem cetak manual menuju digital ini akan membuat penatausahaan keuangan semakin efektif dan efisien.

Selain prosesnya yang dapat menyingkat waktu, dari sisi anggaran sistem ini dapat menghemat biaya belanja cetak dan penggandaan dokumen.

Begitu halnya dengan ruang penyimpanan dokumen dan arsip yang tentunya secara bertahap juga tidak diperlukan lagi.

“Yang paling penting, keamanan dan kerahasiaan dokumen juga bakal lebih terjamin. Ini bisa menjadi penguatan pengendalian internal di tiap-tiap organisasi perangkat daerah,” kata Samsudin. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved