Hadirkan 4 Pakar, Isu Kelapa Sawit Dibahas Pada IOMU ke-13 Perdoki

Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan proporsi 50 persen. Hal ini menyebabkan minyak kelapa sawit lebih sehat

Hadirkan 4 Pakar, Isu Kelapa Sawit Dibahas Pada IOMU ke-13 Perdoki
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Pertemuan ilmiah tahunan, Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU) ke- 13, Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Prime Plaza Hotel, Sanur. 

Laporan Wartawan Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada pertemuan ilmiah tahunan, Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU) ke- 13, Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit turut membahas mengenai isu kelapa sawit.

"BPDP sudah tiga tahun ikut dalam pertemuan ilmiah tahunan yang digelar oleh PERDOKI. Sebagai besar penyakit seperti obesitas, kardiovaskular, isinya kan, minyak itu tidak baik. Minyak yang bagaimana, itu yang diterangkan dalam pertemuan. Dari sisi ilmiahnya dipaparkan kepada dokter-dokter dalam pertemuan ini, dan diharapkan nanti dokter-dokter dapat memberikan pemaparan terhadap pasiennya," kata Wakil Ketua Panitia IOMU ke-13, dr Agustina Puspitasari SpOk, Senin (7/10/2019) di Prime Plaza Hotel, Sanur.

Pemaparan tentang sawit ini menghadirkan empat pakar dalam industri kelapa sawit, yaitu Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) Dr. Darmono Taniwiryono, M.Sc, Ahli Teknologi Pangan Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc, Kepala Oil Palm Science Techno Park Pusat Penelitian Kelapa Sawit Dr. Donald Siahaan, dan Direktur Debes Clinic dan Esthetica yang juga merupakan pengurus PERDOKI dr. Harianto Ludirdja, CIB, MS, Sp. Ok.

Musisi Dendy Mulya Pasha Meninggal Dunia

Obati Luka Bakar Pakai Pasta Gigi Justru Berisiko Infeksi, Bagaimana Pertolongan Pertama yang Benar?

Pada forum ini dibahas berbagai fakta mengenai manfaat kelapa sawit dari aspek kesehatan.

"Selama ini kelapa sawit sering dianggap sebagai komoditas yang merugikan karena merusak lingkungan. Bahkan dari sisi kesehatan minyak kelapa sawit dihindari karena kandungan lemak jenuh di dalamnya."

"Faktanya, minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan proporsi masing-masing 50 persen. Hal ini menyebabkan minyak kelapa sawit lebih sehat dan bermanfaat bagi tubuh dibandingkan dengan minyak nabati lainnya," ungkap Prof Sri Raharjo.

Selain itu, dari sisi produktivitas kelapa sawit memiliki produktivitas yang lebih tinggi dari minyak nabatinya.

Boyband Korea BTS Jadi Brand Ambassador Tokopedia? Coba Tebak Suara di Video Ini

Amor Ring Acintya, Sempat Dirawat, Korban Luka Bakar Gudang Perusahaan Perak di Kertalangu Meninggal

"Saat ini terdapat lebih dari 750 bahan pangan yang di dalamnya terdapat kandungan minyak sawit. Seiring dengan terus meningkatnya permintaan terhadap edible vegetable oil dunia, sawit yang merupakan penghasil minyak nabati paling efisien di dunia, memiliki peranan yang sangat penting."

"Kenapa paling efisien? Karena jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti soybean, repeseed ataupun sunflower, kebutuhan lahan untuk industri sawit dalam menghasilkan minyak nabati dalam jumlah yang sama adalah yang paling rendah," Dr. Darmono Taniwiryono.

Minuman Jahe untuk Sarapan, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

"Fakta-fakta ini menunjukkan, besarnya manfaat dari komoditi ini, yang harus sama-sama kita jaga dan kembangkan, termasuk dalam hal peningkatan kesehatan pekerja di industri sawit melalui upaya promotif dan preventif agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," tambahnya. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved