Kasus Malnutrisi Masih Tinggi, Dinas di Denpasar Lakukan Sosialisasi tentang Pengetahuan Gizi

Acara ini dilaksanakan karena tingginya kasus malnutrisi yang menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai gizi.

Kasus Malnutrisi Masih Tinggi, Dinas di Denpasar Lakukan Sosialisasi tentang Pengetahuan Gizi
Humas Pemkot Denpasar
Sosialisasi gizi seimbang bagi masyarakat di Kelurahan Peguyangan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar melakukan sosialisasi pentingnya pengetahuan gizi pada masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Kelurahan Peguyangan, Denpasar pada Senin (7/10/2019).

Acara ini dilaksanakan karena tingginya kasus malnutrisi yang menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai gizi.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pemenuhan Hak Anak pada DP3AP2KB Kota Denpasar, Tresna Yasa.

 Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Puspaga Dharma Negara Kota Denpasar, Forum Anak Daerah Kota Denpasar dan Politeknik Kesehatan Kota Denpasar.

"Umumnya, masyarakat mengkonsumsi makanan yang tidak memiliki asupan gizi seimbang," katanya.

Tresna Yasa menambahkan, setiap hari manusia membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral serta serat sesuai angka kebutuhan gizi yang disarankan.

Puncak Monumen Bajra Sandhi Rusak Akibat Gempa Agustus 2018 Lalu

Berbisik Ternyata Berbahaya bagi Tubuh, Berikut 7 Kebiasaan Berbahaya yang Tak Disadari

Namun, nyatanya masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi makanan tidak berdasarkan pada kebutuhan gizi.

Kandungan gizi tidak diperhatikan sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh hanya akan menjadi sampah dan tidak menyehatkan.

"Mengkonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang tidak tepat hanya akan menjadi bom waktu bagi seseorang. Untuk itu, masyarakat nantinya harus benar-benar paham mana yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan," katanya.

Untuk itu pihaknya mengajak para ahli gizi yang bekompeten untuk lebih menjelaskan maanfaat gizi bagi tubuh.

Dengan demikian diharapkan masyarakat Kota Denpasar, khususnya anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Rasakan Jadi Wanita, Pemuda ST Arcaya Perkasa Blungbang Mepeed Pakai Kebaya Bali Hingga Viral di IG

Laut Biru dan Bukit Gersang dari Batu Sanglot, Objek Wisata Baru di Seraya Timur

Sementara itu, Lurah Peguyangan, AA Gede Agung Dharma Putra mengaku sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat.

"Kita bisa lihat sekarang ini masyarakat lebih cendrung suka praktis termasuk untuk kuliner. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat terutama menimbulkan obesitas. Sosialisasi pemahaman tentang gizi sangat diperlukan ke depannya sehingga masyarakat lebih memperhatikan derajat kesehatannya," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved