Kekurangan Tenaga Kesehatan Sejak Lima Tahun Lalu, Puskesmas Kintamani III Kerap Kelakabakan

Jumlah tenaga kesehatan bagi puskesmas khususnya di wilayah Kintamani masih terbatas. Satu di anataranya terjadi di Puskesmas Kintamani III.

Kekurangan Tenaga Kesehatan Sejak Lima Tahun Lalu, Puskesmas Kintamani III Kerap Kelakabakan
pixabay.com
Ilustrasi tenaga medis 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jumlah tenaga kesehatan bagi puskesmas khususnya di wilayah Kintamani masih terbatas. Satu di anataranya terjadi di Puskesmas Kintamani III.

Puskesmas rawat inap yang mewilayahi 14 desa ini hanya memiliki satu orang dokter saja.

Kepala Puskesmas Kintamani III, I Wayan Wardana mengatakan, kekurangan pegawai ini sudah terjadi sejak ia menjabat sebagai kepala puskesmas lima tahun lalu.

Padahal dari sisi jumlah kunjungan pasien, puskesmas ini tergolong sangat sibuk.

Sebab dalam tiap hari estimasi jumlah kunjungan pasien mencapai 30 hingga 40 orang.

Sebagai puskesmas rawat inap dengan pelayanan 24 jam, Wardana mengatakan Puskesmas Kintamani III sejatinya memiliki dua orang dokter.

Namun sejak dua bulan terakhir satu dokter mendapatkan tugas belajar pendidikan S2 di Malang, Jawa Timur.

Praktis puskesmas yang terletak di Desa Belantih itu saat ini hanya memiliki satu dokter yang siaga.

Puskesmas wajib membuka pelayanan tiap hari. Salah satunya poliklinik yang memberikan pelayanan pasien di pagi hari.

Kondisi Puskesmas Kintamani III, Minggu (6/10/2019). Puskesmas ini kekurangan tenaga medis sejak lima tahun lalu.
Kondisi Puskesmas Kintamani III, Minggu (6/10/2019). Puskesmas ini kekurangan tenaga medis sejak lima tahun lalu. (dok. ist.)

Wardana mengatakan dari segi kebutuhan tenaga, untuk satu tim idealnya terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan sopir.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved