Modal Sampah Plastik Dapat Asuransi Kesehatan, Bagaimana Caranya?

Hanya bermodalkan sampah plastik, masyarakat kurang mampu kini dapat memperoleh asuransi kesehatan

Modal Sampah Plastik Dapat Asuransi Kesehatan, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi timbunan sampah plastik - Modal Sampah Plastik Dapat Asuransi Kesehatan, Bagaimana Caranya? 

Modal Sampah Plastik Dapat Asuransi Kesehatan, Bagaimana Caranya?

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Hanya bermodalkan sampah plastik, masyarakat kurang mampu kini dapat memperoleh asuransi kesehatan.

Program ini dirintis Yayasan Sahabat Bumi Buleleng, sejak dua bulan lalu.

Penggagas Asuransi Kesehatan, Gede Praja Mahardika menjelaskan, bagi masyarakat kurang mampu khususnya yang belum mengantongi asuransi kesehatan, dapat menyetorkan sampah plastik kepada pihaknya sebagai pengganti premi.

Di mana setiap minggu, kata Paraja, masyarakat dapat menyetorkan sampahnya di berbagai titik stan yang dibuka, salah satunya di Lapangan Kota Singaraja dan akan mencoba bekerjasama dengan masing-masing desa.

"Nanti akan dikalkulasikan, minimal Rp 25.500 dalam sebulan. Uang itu nanti akan kami tabungkan dan dikelola untuk asuransi kesehatannya di kelas III, bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga ketika mereka mengalami risiko sakit dan harus dirawat di rumah sakit, tak usah khawatir memikirkan biaya kesehatan," jelasnya, Minggu (6/10/2019).

Selain mendapatkan asuransi kesehatan, masyarakat juga akan diberikan pelayanan cek kesehatan gratis, bekerjasama dengan mahasiswa kesehatan dan PMI Buleleng.

Praja mengaku ide asuransi kesehatan dengan premi sampah ini muncul lantaran keprihatinan mereka yang kerap menemukan masyarakat kurang mampu tidak bisa berobat, lantaran tidak memiliki uang.

"Di samping itu kami juga ingin membebaskan Bali ini dari sampah plastik. Sehingga kami pikir sampah plastik juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh asuransi kesehatan," katanya.

Meski baru dua bulan berjalan, Praja menyebut sudah ada 20 orang peserta yang ikut dalam asuransi kesehatan berpremi sampah ini.

Seiring berjalannya waktu dia pun mengaku masih terus melakukan penyempurnaan dan kerja sama lintas terkait, sehingga programnya dapat terlaksana secara berkesinambungan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved