Sehari-hari Bekerja sebagai Pedagang, Efendi Sudah 5 Kali Lakukan Penjambretan

Pelaku yakni Muhammad Efendi (31) asal Mojokerto seorang pedagang yang tinggal di sebuah kos Jalan Letda Reta Gang 26 Nomor 3, Yangbatu Kauh, Renon,

Sehari-hari Bekerja sebagai Pedagang, Efendi Sudah 5 Kali Lakukan Penjambretan
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Pelaku penjambretan Muhammad Efendi (31) yang berambut pirang. Yang berhasil ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar dan dirilis di lobi depan Mapolresta Denpasar. 

Lebih lanjut Benny katakan, hasil penyelidikan yang diungkap tim Resmob Polresta Denpasar korban dan masyarakat yang memberikan informasi ciri-ciri pelaku.

Warga Berebut Air Bersih di Pura Tangi Meyeh, Kekeringan Melanda Desa Berangbang Jembrana

Dewan Gianyar Minta Anggaran Kunker Keluar Negeri Dirancang Rp 2,4 M, Anggota Dapat Bekal Rp 60 Juta

Pada hari Jumat (4/10/2019) sekitar 16.00 Wita, pelaku berhasil ditangkap di rumah kontrakan pelaku di Jalan Letda Reta, Gang 26, Nomor 3, Yangbatu Kauh, Renon, Denpasar, Bali beserta barang bukti milik korban.

"Dari hasil pengungkapan, pelaku ternyata melakukan aksi penjambretan di 5 lokasi berbeda. Ada di Gatsu Barat, dekat RS Sanglah, Kampus UNUD Denpasar dan di Sanglah," tambahnya.

Lebih detail, pelaku melakukan aksi jambret pertama kali pada pertengahan bulan Agustus 2019 di pinggir Jalan Kebo Iwa, Gatsu Barat, Denpasar.

Korban seorang perempuan yang dijambret saat berkendara menggunakan sepeda motor Yamaha Mio.

Saat itu korban yang menaruh barang - barangnya berupa handphone merek Asus yang sudah dijual online (Facebook) seharga Rp 300 ribu dan buku-buku korban.

Ada juga pelaku melakukan aksinya di dekat RS Sanglah.

Amor Ring Acintya, Sempat Dirawat, Korban Luka Bakar Gudang Perusahaan Perak di Kertalangu Meninggal

Rasakan Jadi Wanita, Pemuda ST Acarya Perkasa Blungbang Mepeed Pakai Kebaya Bali Hingga Viral di IG

Saat itu, pelaku mendapatkan barang hasil jambretan berupa handphone merek Samsung J2 yang kemudian dijual online dengan harga Rp 400 ribu.

Di lokasi yang sama, di pinggir jalan belakang Kampus Udayana Denpasar, dengan korban laki-laki, pelaku berhasil mengambil handphone merek Oppo lalu dijual seharga Rp 900 ribu secara online.

Selanjutnya pada hari Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 17.30 Wita, pelaku Muhammad Efendi kembali menjambret korbannya yakni Ni Wayan Iyennita Sari dan pelaku berhasil mengambil barang handphone merek Oppo F11.

"Modusnya ya jambret paksa. Dia lebih sering menyasar korban seorang perempuan dan ia lakukan pada siang hari. Sehari-hari dia bekerja sebagai pedagang," jelas Benny.

"Pelaku kena pasal 365 KUHP, tentang pencurian yang didahului disertai dengan kekerasan. Hukuman penjara paling lama 5 tahun," tutup Wakapolresta Denpasar. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved