Selundupkan 950 Gram Kokain dengan Cara Ditelan, WN Peru Terancam Hukuman Mati

Selanjutnya oleh petugas Bea dan Cukai dilakukan upaya pengeluaran sehingga dari anus terdakwa mengeluarkan 124 buah gulungan alumunium foil

Selundupkan 950 Gram Kokain dengan Cara Ditelan, WN Peru Terancam Hukuman Mati
Tribun Bali/Putu Candra
Guido Torres saat akan menjalani sidang perdananya di PN Denpasar. Pria kelahiran Lima, Peru ini menjadi terdakwa karena menyelundupkan kokain 

Lalu, terdakwa bersama para penumpang lainnya menuju terminal kedatangan internasional dan dilakukan pemeriksaan.

Saat itulah, terdakwa dicurigai membawa barang terlarang sehingga dilakukan rotgen terhadap badan terdakwa.

Kadek Pilipus Beraksi Saat Istri Terlelap, 3 ABG Putri Ungkap Tiga Tempat ini sebagai TKP

Pada Era Ini, Perempuan 3 Kali Lebih Stres daripada Laki-Laki, Mengapa?

"Selanjutnya oleh petugas Bea dan Cukai dilakukan upaya pengeluaran sehingga dari anus terdakwa mengeluarkan 124 buah gulungan alumunium foil yang terbungkus dengan plastik bening, di dalamnya terbungkus plastik hitam masing-masing berisi bubuk warna putih mengandung sendiaan Narkotik jenis kokain," ungkap jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali ini.

Selanjutnya, petugas Bea dan Cukai menyerahkan terdakwa dan barang bukti kepada pihak Ditresnarkoba Polda Bali.

Sesampai di kantor Polda Bali, terdakwa kembali mengeluarkan 1 paket yang sama dari anusnya.

Dari pengakuannya, terdakwa menyembunyikan barang terlarang sebanyak 125 paket di dalam perutnya dengan cara ditelan.

Terdakwa mendapat narkotik itu dari seseorang yang tidak dikenal saat berada di atas pesawat dari Peru tujuan Buenos Aires.

Kokain itu rencananya akan diserahkan pada seseorang yang tengah menunggunya di sebuah hotel di Bali.

Jokowi Belum Berkomunikasi dengan Pimpinan PDIP Terkait Kemungkinan Gerindra Dapat Jatah Menteri

Kedux Garage Borong 7 Penghargaan dalam Kustomfest 2019 di Yogyakarta

Atas perbuatannya, Guido Torres didakwa dengan Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik. Juga dakwaan alternatif kedua, ia dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik.

Terhadap dakwaan jaksa tersebut, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya tidak mengajukan keberatan (eksepsi).

"Kami tidak mengajukan eksepsi Yang Mulia," ujar Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum. Sehingga sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar pada, Senin (14/10/2019) mendatang. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved