Warga Berebut Air Bersih di Pura Tangi Meyeh, Kekeringan Melanda Desa Berangbang Jembrana

Kekeringan melanda hampir sebagian besar wilayah perbukitan di Kabupaten Jembrana

Warga Berebut Air Bersih di Pura Tangi Meyeh, Kekeringan Melanda Desa Berangbang Jembrana
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Warga mengambil air dengan menggunakan gayung yang dituang dalam galon dan jeriken, Senin (7/10/2019). Sudah sekitar empat bulan warga mengalami krisis air bersih. Warga Berebut Air Bersih di Pura Tangi Meyeh, Kekeringan Melanda Desa Berangbang Jembrana 

Warga Berebut Air Bersih di Pura Tangi Meyeh, Kekeringan Melanda Desa Berangbang Jembrana

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kekeringan melanda hampir sebagian besar wilayah perbukitan di Kabupaten Jembrana.

Beberapa daerah mengalami kekeringan sehingga mesti dipasok air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, beberapa bulan belakangan.

Terakhir terpantau, warga sampai mesti berebut air bersih di Pura Tangi Meyeh, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Senin (7/10/2019) pagi.

Warga berebut air dengan mengambil air bersih di mata air satu-satunya yang berada di Pura Tangi Meyeh.

Ratusan warga di desa itu darurat kebutuhan air bersih.

Krisis air bersih bahkan sudah terjadi selama empat bulan belakangan.

Warga mengambil air bersih di mata air itu guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan galon air mineral.

Warga Desa Berangbang, Ketut Suastika mengatakan, sejatinya untuk Desa Berangbang memiliki dua sumber mata air yang biasa dimanfaatkan warga.

Ratusan warga dari tiga Banjar di Desa Berangbang pun terpaksa memanfaatkan air dari sumber mata air tersebut.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved