23 Tahun Berkesenian di Belgia, Seniman Bali Agus Wardana Kini Pilih Menetap di Bali

Selama 23 tahun, I Made Agus Wardana (48) atau yang akrab dipanggil Bli Ciaaattt menetap di Belgia.

23 Tahun Berkesenian di Belgia, Seniman Bali Agus Wardana Kini Pilih Menetap di Bali
Dok Agus Wardana
I Made Agus Wardana saat berkesenian di Belgia 

Namun awalnya sangat susah, karena masuk Pura Agung Santi Bhuana terletak di dalam taman wisata sehingga harus membayar tiket jika ingin masuk.

Dengan menggunakan model pendekatan budaya agar pura yang berada di kawasan tersebut menjadi destinasi wisata menarik dan hidup maka harus ada atraksi seni.

Untuk itu, ia bersama beberapa rekannya membuat Festival Ogoh-ogoh dengan mengundang warga Bali di Eropa, untuk merayakan Nyepi.

Generasi Milenial Selalu Merasa Kesepian, Mengapa?

Gareth Bale Ancam Hengkang dari Real Madrid Gara-gara Masalah Ini

“Ogoh-ogohnya khusus didatangkan dari Bali dan hasilnya luar biasa, respon masyarakat Belgia sangat bagus, dari sana kami pun dipercaya selain menampilkan budaya, ada keistimewaan bagi Umat Hindu untuk sembahyang di Pura Santhi Bhuana, seperti Hari Raya Galungan, Kuningan Saraswati, full setahun agenda Umat Hindu terisi di Pura itu tanpa dipungut karcis, sebelumnya kalau masuk ke sana harus bayar karcis," katanya.

Selanjutnya, ia melakukan pengembangan seni budaya dengan membentuk sanggar seni Bali dengan nama Sanggar Saling Asah.

Sanggar ini beranggotakan warga Bali di Eropa dan warga setempat

Sanggar ini rutin keliling membina untuk kegiatan belajar megambel, menari dan workshop di sejumlah negara di Eropa.

“Mungkin saja karena saya begitu getol memberi materi melatih kesenian Bali dianggap mampu menumbuhkan rasa Bali, hubungan saya dengan orang Bali di sana mampu mengembalikan kultur budaya kita mesti jauh dari tanah kelahiran," kenangnya.

Ia menambahkan, “Saya ajarkan sedikit demi sedikit mengenal budaya sambil sembahyang di pura , akhirnya mereka banyak yang merasa rindu menjalankan kultur Bali, mereka penuh kesadaran kalau ke pura sangat bersemangat dan bangga, dengan waktu yang singkat, ada yang membawa makanan masing-masing, kita makan megibung, luar biasa, hingga kita membentuk Banjar di Eropa," terangnya.

Ketua DPD LVRI Bali Sebut Koruptor Harusnya Dimiskinkan dan Ditembak Mati

Hingga September 2019, 88 Anak Alami Kasus Berhadapan dengan Hukum

Ia mengatakan di sana benar-benar disiplin, tepat waktu, serta saling menghargai.

“Orang bule di sana pun banyak yang tertarik masuk Hindu melalui proses sudiwidani. Ya, kita terima saja, itu yang terjadi, keeratan menyama braya sangat dirasakan," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved