2 Tahun Sebelum Soeharto Lengser, Mendiang Tien Soeharto Sudah Beri Peringatan Ini Namun Diabaikan

Jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi, terungkap kisah Ibu Tien Soeharto ternyata sudah memberikan peringatan kepada salah satu menteri di Kabinet

2 Tahun Sebelum Soeharto Lengser, Mendiang Tien Soeharto Sudah Beri Peringatan Ini Namun Diabaikan
Istimewa
Presiden Soeharto menerima sungkem dari Ibu Tien Soeharto pada hari Idul Fitri 1 Syawal 1415 Hijriah, 3 Maret 1995. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA  -- Dalam kepemimpinannya di Indonesia selama 32 tahun, Soeharto kerap meninggalkan kisah yang sampai saat ini menjadi tanda tanya. 

Hingga pergolakan politik dan kacaunya perekonomian pada tahun 1998 mencapai titik puncaknya hingga memaksa Soeharto untuk turun akibat gelombang aksi demo mahasiswa. 

Jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi, terungkap kisah Ibu Tien Soeharto ternyata sudah memberikan peringatan kepada salah satu menteri di Kabinet Soeharto saat upacara Partai Golkar

Peringatan agar Soeharto tak jadi Presiden lagi disampaikan Tien Soeharto via Mien Sugandhi yang kala itu menjabat sebagai Menteri Urusan Peranan Wanita. 

Pesan terakhir tersebut disampaikan oleh Tien Soeharto sebelum wafat pada 28 April 1996 silam. 

Dilansir via Warta Kota, pesan terakhir Bu Tien disampaikan kepada Menteri Negara Urusan Peranan Wanita saat itu, Ny Mien Sugandhi.

Dituliskan Mien Sugandhi dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories", pada tahun 1996, dalam sebuah upacara partai Golkar.

Kala itu, Ny Mien Sugandhi, duduk berdampingan dengan Bu Tien.

Tiba-tiba Bu Tien bilang ke Ny. Mien "Tolong katakan kepada...(menyebut salah satu petinggi Partai Golkar), agar pak Harto jangan menjadi presiden lagi. Sudah cukup, sudah cukup, beliau sudah tua."

Mendengar perkataan Bu Tien, Ny Mien menjawab dengan agak keheranan.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved