Anggaran Penataan Semua Sungai di Denpasar Minimal Rp 150 Miliar

Untuk penataan 8 ruas sungai ini, secara hitungan kasar diperlukan dana minimal sebanyak Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar

Anggaran Penataan Semua Sungai di Denpasar Minimal Rp 150 Miliar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Penataan sungai di Denpasar. Anggaran Penataan Semua Sungai di Denpasar Minimal Rp 150 Miliar 

Anggaran Penataan Semua Sungai di Denpasar Minimal Rp 150 Miliar

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penataan sungai di Kota Denpasar terus berlanjut.

Saat ini sudah ada tiga sungai yang ditata Dinas PUPR, yakni Tukad Badung, Tukad Oongan dan Tukad Loloan.

Menurut Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, di Kota Denpasar terdapat sebanyak 8 ruas sungai yang masih aktif.

8 sungai tersebut meliputi Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Oongan, Tukad Tagtag, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Punggawa dan Tukad Rangda.

Untuk penataan 8 ruas sungai ini, secara hitungan kasar diperlukan dana minimal sebanyak Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar.

Namun perhitungan ini bisa saja lebih karena setiap tahun harga satuan bahan naik.

"Kami usulkan program ke BWS, seperti Tukad Badung ke selatan banyak yang disender tapi jebol, dan sudah kami usulkan," katanya Rabu (9/10/2019).

Secara bertahap sungai tersebut akan ditata dan ditarget penataannya selesai tahun 2022.

"Ya kira-kira tahun 2022 selesai semua. Ditata setiap tahun dua atau tiga sungai," katanya.

Dalam penataan selanjutnya, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

Untuk kebersihan sungai, ia mengaku menyiagakan sebanyak 250-an pekerja, di mana setiap sungai dijaga 20-an pekerja dan juga dipasangi dengan jaring.

Saat ini tengah dilakukan penataan di Tukad Oongan Denpasar.

Penataan Tukad Oongan di Kelurahan Noja Denpasar ditarget selesai 5 Desember 2019 dengan lama kontrak 150 hari.

Akan tetapi untuk menghindari curah hujan yang tinggi dan kemungkinan debit air membesar, pengerjaannya pun lebih dikebut.

Jimmy meminta agar proyek ini bisa selesai 10 hari sebelum jatuh tempo.

Hal ini mengingat, musim hujan akan segera tiba, dan ia meminta agar didahulukan penataan dengan pembuatan senderan pada tebing sungai.

Penataan Tukad Oongan ini juga include dengan pembuatan Taman Lansia.

Meskipun namanya Taman Lansia, namun lokasi ini nantinya terbuka untuk umum.

Setelah sungai ini ditata, nantinya juga akan digali nilai historis sungai ini pada zaman Belanda, terkait bagaimana sejarah pembuatan Dam Oongan yang berdampingan dengan sungai ini.

Jimmy mengatakan, Dam ini dibuat pada zaman Belanda untuk mengairi beberapa sawah yang ada di Denpasar.

"Zaman Belanda itu kan fungsinya untuk mengairi sekian hektare sawah sehingga di sana ada Dam, dan saat ini masih digali sejarah historisnya. Kami sedang mengumpulkan data sejarah pembangunan Dam, sehingga yang punya kenangan masa lalu di sana bisa mengingatnya lagi," katanya.

Dengan demikian juga akan menjadi tempat edukasi sejarah bagi masyarakat.

Jimmy menambahkan, penataan Tukad Oongan, dengan konsep pembuatan Taman Lansia ini dilaksanakan pada lahan seluas 1.095 meter persegi.

Adapun penataan tersebut menggunakan Dana APBD Kota Denpasar sebesar Rp 3,6 miliar lebih.

"Sungai merupakan saluran air yang merupakan elemen penting dalam sistem tata ruang Bali sejak dahulu, tentunya sungai juga menjadi kawasan suci yang harus kita jaga kebersihannya, sehingga dengan menata sungai dengan beragam fasilitasnya diharapkan mampu membangkitkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, utamanya untuk ikut menjaga kebersihan," katanya.

Selain melakukan penataan sungai di Tukad Oongan Denpasar, Dinas PUPR Kota Denpasar juga melakukan penataan Tukad Badung yang berada di sisi timur Jalan Imam Bonjol.

Penataan ini merupakan kelanjutan penataan Tukad Badung yang telah dilakukan sebelumnya.

Penataan ini dilakukan pada bantaran sungai sepanjang kurang lebih 200 meter.

"Panjang penataannya kurang lebih 200 meter, dan ini merupakan kelanjutan dari penataan Tukad Badung sebelumnya," katanya.

Ia menambahkan, untuk penataan ini menggunakan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

Jimmy mengatakan, penataan ini dilaksanakan selama 150 hari kalender dan target selesainya pada 10 Desember 2019.

Setelah penataan ini selesai, rencananya akan dilanjutkan untuk penataan Tukad Badung di bagian utara yakni dari Tukad Kresek hingga belakang Puri Jro Kuta.

"Kami akan melakukan penataan secara bertahap, sehingga sungai begitu masuk masuk Denpasar sudah ditata," katanya.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved