Desa Tembok Berlakukan Perdes Anti Plastik di Hajatan Pernikahan Berhadiah Babi, 3 Warga Komit

Sebagai imbalannya, pihak desa akan memberikan satu ekor babi hitam bagi warga yang mau mematuhi Perdes ini.

Desa Tembok Berlakukan Perdes Anti Plastik di Hajatan Pernikahan Berhadiah Babi, 3 Warga Komit
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi babi potong - Mendekati hari penampahan Galungan, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng memastikan kebutuhan babi terpenuhi. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perbekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Dewa Komang Yudi Astara membuat Peraturan Desa (Perdes) terkait penggunaan plastik sekali pakai.

Salah satunya menyasar pada hajatan pernikahan.

Warga di Desa Tembok, diharapkan untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai saat menggelar hajatan pernikahan.

Sebagai imbalannya, pihak desa akan memberikan satu ekor babi hitam bagi warga yang mau mematuhi Perdes ini.

Dikonfirmasi melalui saluran telepon Rabu (9/10), Yudi mengatakan, meski Perdes penggunaan sampah plastik ini akan disahkan pada 2020 mendatang, namun pemberlakuannya sudah dilakukan sejak Senin (8/10) lalu.

Di mana, anggaran yang digunakan untuk membeli babi hitam sementara berasal dari CSR.

"Kalau Perdes ini sudah disahkan, baru lah kami pasang anggarannya di tahun 2020.

Tapi kalau sekarang ada warga yang menggelar pernikahan dan mau komit tidak menggunakan plastik sekali pakai, maka kami akan berikan imbalan satu ekor babi hitam, sumbangan dari beberapa perusahaan," jelasnya.

Tak hanya sekedar memberikan reward, pihaknya imbuh Yudi, juga akan memfasilitasi pemilik hajatan, dengan mencarikan bahan pengganti plastik sekali pakai bekerjasama dengan Bumdes.

Seperti mika plastik, nantinya akan diganti menggunakan ingke kecil (piring dari anyaman lidi).

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved