Di Bali Permintaan Menurun, Tahun 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melarang peredaran minyak goreng curah yang diperjualbelikan di pasar

Di Bali Permintaan Menurun, Tahun 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Minyak goreng curah di Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali, Selasa (8/10/2019). Di Bali Permintaan Menurun, Tahun 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah 

Di Bali Permintaan Menurun, Tahun 2020 Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melarang peredaran minyak goreng curah yang diperjualbelikan di pasar.

Pelarangan itu akan berlaku mulai 1 Januari 2020 di seluruh Indonesia.

Alasannya demi menjamin kesehatan masyarakat dari produk minyak goreng yang tak memenuhi standardisasi.

Sementara itu, berdasarkan data Disperindag, permintaan minyak goreng curah di Bali relatif menurun.

Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting Disperindag Provinsi Bali, Gatot Supriyatin menjelaskan, izin peredaran minyak goreng wajib kemasan sebelumnya sudah disosialisasikan ke distributor maupun melalui Disperindag kabupaten atau kota sesuai Permendag 21 tahun 2015.

Namun, peraturan tersebut masih mengalami kendala sehingga terjadi penundaan.

"Sudah disosialisasikan, baik pabrik atau asosiasi minyak goreng sudah mengetahui peraturan ini. Hanya saja dengan peraturan ini masih ada kendala yang belum dapat diiikuti sepenuhnya oleh pabrik atau produsen minyak goreng curah yang akhirnya peredaran tersebut mengalami penundaan," ungkapnya.

Gatot Supriyatin menambahkan, pemerintah telah memberikan batas waktu dengan masa transisi mulai 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved