Jastip Jadi Alternatif Beli Barang Dari Luar Negeri, Begini Imbauan Bea Cukai Ngurah Rai

“ Jastip ” atau jasa titipan masih menjadi cara favorit bagi masyarakat Indonesia untuk membeli barang tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Jastip Jadi Alternatif Beli Barang Dari Luar Negeri, Begini Imbauan Bea Cukai Ngurah Rai
Tribun Manado
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – “ Jastip ” atau jasa titipan masih menjadi cara favorit bagi masyarakat Indonesia untuk membeli barang tanpa harus bepergian ke luar negeri.

 
Namun sayangnya, metode ini justru kerap disalahgunakan oleh para pelaku jasa titipan dengan membawa barang melebihi ketentuan yang berlaku.

 
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, mengungkapkan sebanyak sekitar 75 persen kasus jasa titipan didominasi oleh barang-barang berupa pakaian, berikutnya kosmetik, tas, sepatu, dan barang-barang yang bernilai tinggi lainnya.

 
Heru menambahkan bahwa keberhasilan petugas dalam mengendus modus “splitting” barang jasa titipan diawali dari informasi masyarakat dan kemudian petugas melakukan analisis diikuti dengan penindakan terhadap penumpang yang telah dicurigai. 

 
“Bea Cukai mendapatkan informasi masyarakat dan kemudian melakukan analisis. Setelah itu kami cocokan informasi dengan daftar penumpang.

Dalam hal ditemukan kecocokan petugas akan mengatensi penumpang dan melakukan penindakan terhadap penumpang tersebut,” tambah Heru, Rabu (9/10/2019).

 
Modus “splitting” masih menjadi metode yang kerap digunakan para penyedia jasa titipan.

Sejak Bea Cukai menerapkan program anti “splitting”melalui PMK-112/PMK.04/2018 di Oktober 2018, terdapat 72.592 consignment notes(CN) yang berhasil dijaring di tahun 2018 dengan nilai mencapai Rp 4 miliar dan naik di tahun 2019 sampai dengan bulan September 2019 sebanyak 140.863 CN dengan nilai penerimaan mencapai Rp 28,05 miliar. 

 
Sebagian besar barang yang terjaring antara lain barang dari kulit, arloji, sepatu, aksesoris pakaian, partelektronik, dan telepon genggam.

 
Program anti “splitting”ini merupakan smart system berupa sistem komputer pelayanan yang akan mengenali secara otomatis nama-nama penerima barang yang mencoba memanfaatkan celah pembebasan bea masuk dan pajak impor.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved