Jastip Jadi Alternatif Beli Barang Dari Luar Negeri, Begini Imbauan Bea Cukai Ngurah Rai

“ Jastip ” atau jasa titipan masih menjadi cara favorit bagi masyarakat Indonesia untuk membeli barang tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Jastip Jadi Alternatif Beli Barang Dari Luar Negeri, Begini Imbauan Bea Cukai Ngurah Rai
Tribun Manado
Ilustrasi 

Namun demikian petugas kami senantiasa melakukan pengawasan agar setiap penumpang yang tiba mematuhi ketentuan yang berlaku,” ungkap Teddy.

 
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI, I Wayan Tapamuka menuturkan selain menjadi modus pada barang bawaan penumpang, modus “splitting” juga masih acap kali digunakan pada barang kiriman.

 
Menurutnya masih terdapat beberapa oknum pedagang yang memanfaatkan de minimis value barang kiriman dengan cara memecah barang kiriman menjadi beberapa pengiriman dan di bawah de minimis value dalam hari yang sama yang jumlahnya sangat ekstrim.

 
Menanggapi mengantisipasi metode splitting digunakan penumpang, hal inilah yang menjadi atensi petugas Bea Cukai dalam melakukan pengawasan dan menentukan profil penumpang dari luar negeri melalui manajemen risiko yang handal. 

 
Pada dasarnya, kegiatan Jastip bukan merupakan kegiatan yang ilegal atau dilarang.

 
Walaupun hingga saat ini belum ada ketentuan yang secara khusus mengatur tentang hal tersebut.

 
Namun, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203 tahun 2017 telah mengatur dan mengkatagorikan barang-barang Jastip sebagai barang dagangan yang wajib dikenakan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor.

 
Wayan mengimbau kepada masyarakat agar selalu memenuhi ketentuan yang berlaku dengan memberikan keterangan sebenar-benarnya atas barang bawaan atau barang kiriman yang dimasukkan ke Indonesia.

 
“Dengan mendeklarasikan barang bawaan atau barang kiriman dengan benar maka akan memudahkan orang itu sendiri, sesuai dengan slogan ‘Isi Benar Jadi Lancar’ yang selalu kita gaungkan,” tuturnya.

 
Lebih dari itu, penindakan yang telah dilakukan Bea Cukai semata untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jasa dan memastikan bahwa hak-hak negara terpenuhi.

 
Serta untuk menciptakan kesetaraan level of playing fieldantara hasil produksi dalam negeri dengan produk impor yang marak beredar di pasaran sehingga akselerasi daya saing produk lokal lebih terjamin.(*)

 

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved