Kombes Pol Ruddi Bongkar Jaringan Narkotika Asal Rusia, Andrew Diduga Edarkan Hasish Sampai Denpasar

Warga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer (31), tersangka tindak pidana narkotika jenis Hasish seberat 521,11 gram, diduga masuk dalam jaringan

Kombes Pol Ruddi Bongkar Jaringan Narkotika Asal Rusia, Andrew Diduga Edarkan Hasish Sampai Denpasar
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan (kiri) memegang kepala tersangka, Andre Ayer, saat mengungkap kasus narkotika di Polresta Denpasar, Selasa (8/10/2019). Andrew Ayer WNA asal Rusia, merupakan tersangka tindak pidana narkotika dengan barang bukti hasish seberat 521,11 gram. 

Ia sudah sering datang ke Indonesia, terhitung sudah sebanyak 3 kali, termasuk ke Jakarta dengan menggunakan visa liburan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat dan Kasubag Humas Haji Andi Muhamad Nurul Yaqin, di lobi Mapolresta Denpasar, Selasa (8/10), mengatakan tersangka sekali mengambil barang bisa mencapai 500 gram hasish dan dari hasil penjualan digunakan untuk sehari-hari.

"Tersangka ini sekali ambil 500 gram hasish. Saya rasa ini yang kita amankan (hasish) sudah setengahnya, sisanya sudah dia edarkan. Hasil penjualan ia gunakan untuk sehari-hari," ujarnya.

"Dia jualnya ke orang yang sudah ia kenal tapi tidak dengan cara ditempel ya.

Dia jualnya tidak hanya ke warga negara Rusia saja, namun juga dari warga negara asing lainnya," kata Ruddi.

Andrew Ayer dalam kasus tindakan pidana Narkotika dikenakan pasal 111 (1) dan pasal 114 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009.

Ia  terancam hukuman penjara minimal 4 tahun hingga 12 tahun penjara untuk pasal 111, dan 5 tahun hingga 20 tahun dari pasal 114. (*) 

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved