Pengamat Politik Ini Prediksi 7 Menteri Lama & 3 Nama Putra Presiden Bakal Masuk Kabinet

Meski masih menjadi teka-teki dan misteri, namun beberapa nama muncul dan diyakini menjadi kandidat kuat akan masuk dalam kabinet pemerintahan

Pengamat Politik Ini Prediksi 7 Menteri Lama & 3 Nama Putra Presiden Bakal Masuk Kabinet
KOMPAS.COM/RAKHMAT NUR HAKIM
Presiden Joko Widodo berdama Jan Ethes menyapa wartawan sebelum upacara peringatan HUT ke-74 RI. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Siapa saja sosok yang akan masuk kabinet pemerintahan Jokowi-Kiai Maruf masih tanda tanya. 

Meski masih menjadi teka-teki dan misteri, namun beberapa nama muncul dan diyakini menjadi kandidat kuat akan masuk dalam kabinet pemerintahan mendatang setelah Jokowi-Kiai Maruf dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang. 

Lalu siapa saja mereka yang bakal masuk kabinet mendatang? Berikut analisis dari pengamat politik M Qodari. 

"Pak Jokowi memang menarik dan misterius," ujar pengamat politik M Qodari mengawali perberbincangan dengan tribun, Selasa (8/10/2019).

Ia memaklumi, banyak yang bertanya-tanya siapa kelak yang akan dipercaya Jokowi untuk membantu di kabinet. Namun, satu nama yang kemungkinan sudah hampir pasti masuk kabinet adalah Bahil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI.

Minggu (26/5/2019) lalu, Presiden Jokowi merasa Bahlil Lahadalia cocok jika menjadi menteri.

Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan pidato pada acara Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz-Carlton, Kuningan Jakarta.

"Saya melihat-lihat adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri. Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas, cocok ini kelihatannya," kata Jokowi disambut sorakan dan tepuk tangan para peserta acara HIPMI ketika itu.

Qodari mengungkap 55 persen kabinet akan diisi oleh kalangan profesional dan 45 persen diisi dari kalangan partai politik.

Dari unsur partai politik, menurut Qodari mudah ditebak siapa yang akan dipercaya Jokowi.

"Misalnya dari PDI Perjuangan pak Budi Gunawan, Eriko Satorduga dan yang lain. Diluar itu, nama-nama yang mungkin mewakili kelompok atau ormas besar. Atau, dari keluarga politisi atau anak Presiden. Misalnya, Yenny Wahid, putri Presiden Keempat, Gusdur," kata Qodari.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved