Tarif Angkutan Penyeberangan Antarprovinsi Akan Naik, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Tunggu Instruksi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan kembali menyesuaikan tarif angkutan kapal penyeberangan antarprovinsi

Tarif Angkutan Penyeberangan Antarprovinsi Akan Naik, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Tunggu Instruksi
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu. Tarif Angkutan Penyeberangan Antarprovinsi Akan Naik, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Tunggu Instruksi 

Tak hanya itu, aturan terkait penetapan dan formulasi perhitungan tarif angkutan penyeberangan dan aturan terkait tarif penyelenggaraan angkutan penyeberangan antarprovinsi pun sudah lama tak diubah.

"Regulasi tentang tarifnya sudah 2,5 tahun. Kalau formulasinya (perhitungan tarif) sudah 16 tahun. Cukup lama," ujar Budi, Selasa (8/10/2019) lalu.

Menurut Budi, kenaikan tersebut pun melihat modal serta operasional yang dikeluarkan oleh operator.

Dia menyontohkan, tarif penumpang yang menyeberang dari Ketapang-Gilimanuk yang hanya Rp 6.500.

Menurutnya, operator hanya mendapatkan Rp 2.800 dan sisanya digunakan untuk biaya sandar dan biaya operasional lainnya.

Tak hanya itu, Budi pun meminta dalam perumusan tarif tersebut, semua pihak turut memperhatikan kemampuan membayar (willingness to pay) oleh masyarakat.

"Tentunya yang paling utama di sini adalah keseimbangan antara bagaimana kemampuan atau wiilingness to pay dari masyarakat dan bagaimana kita ingin membangun keselamatan kepada masyarakat," tutur Budi.

Terkait dengan beleid tentang formulasi perhitungan tarif angkutan penyeberangan, Budi mengatakan peraturan menteri tersebut sedang diharmonisasikan di Kementerian Hukum dan HAM.

Dia berharap, regulasi tentang penetapan tarif yang sedang dirumuskan ini pun bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved