Sponsored Content

Yayasan Harapan Mulia Berikan Donasi Bagi Masyarakat di Jambi dan Palestina

Yayasan Islamic School Harapan Mulia menggelar kegiatan Peduli Indonesia dan Palestina sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Yayasan Harapan Mulia Berikan Donasi Bagi Masyarakat di Jambi dan Palestina
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Yayasan Islamic School Harapan Mulia menggelar kegiatan Peduli Indonesia dan Palestina sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, dengan menggelar road show dai cilik Gaza, Selasa (8/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yayasan Islamic School Harapan Mulia menggelar kegiatan Peduli Indonesia dan Palestina sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Puncak kegiatan ini digelar road show dai cilik Gaza bernama Yusuf, yang menceritakan kisah kehidupannya dan masyarakat di Gaza di hadapan siswa TK, SD, SMP, SMA Yayasan Harapan Mulia, Selasa (8/10/2019) di Yayasan Harapan Mulia.

Dari cerita yang disampaikan Yusuf, diharapkan siswa-siswi Harapan Mulia dapat tergerak untuk membantu sesama dan mensyukuri keadaan dengan tetap menjalankan ibadah.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan anak-anak untuk lebih tahu penderitaan sesama saudara. Yang kedua untuk pendidikan mental dan karakter, dimana mereka yang mendapat musibah, bermain saja di bom, beribadah juga di bom, tapi mereka tetap semangat. Di sinilah nilai yg harus kita petik bahwa kita yang di sini aman rata-rata masih malas, dalam tanda kutip, untuk beribadah, untuk peduli, menghormati yang lebih tua. Tapi mereka di sana meski keadaan mencekam mereka nggak peduli, mereka tetap beribadah dengan baik, menghormati orangtua bahkan menghafal Alquran. Nilai inilah yang mau kita berikan kepada anak-anak. Agar mereka berpikir, kondisi kita jauh lebih baik berarti kita harus bisa seperti mereka," kata Ketua Yayasan Harapan Mulia, Hj Denny Kus Sandra SE.

Pada kesempatan ini Yayasan Harapan Mulia jugas turut melakukan penggalangan dan dana yang akan disumbangkan ke Palestina. Seminggu sebelumnya Yayasan Harapan Mulia juga turut memberikan sumbangan bagi masyarakat di Jambi yang terkena musibah asap.

"Kami di Harapan Mulia tidak hanya membantu yang seagama, tetapi kami sudah sering mengadakan bakti sosial bagi seluruh saudara bukan dari satu agama di Indonesia. Seperti yang di Jambi dan kejadian-kejadian di Bali juga kami juga turut memberikan donasi. Mudah-mudahan di Bali ini kita tidak membedakan suku, agama, ras dan sebagainya," kata Koordinator Al Islam Islami School Harapan Mulia, Farid Mubarok S.Pd.I.

Kisah yang dibagikan dai cilik Gaza Yusuf tampak turut dirasakan oleh siswa-siswi Harapan Mulia. Bahkan tak sedikit siswa yang meneteskan air mata saat Yusuf menyampaikan ceritanya.

"Kita juga ngerasain semua diceritakan dengan Yusuf, terasa semuanya. Apalagi saat Yusuf menceritakan rumah pamannya di bom dan saudara-saudaranya meninggal 25 orang. Nggak ngebayangin kehilangan keluarga seperti itu," kata salah seorang siswa Harapan Mulia, Devhian Ramadanu Hasan.

Devhian juga turut memberikan doa yang terbaik baik Yusuf dan saudara di Palestina untuk tetap bersemangat dalam menjalani keseharian dan ibadah.

"Doa kita yang terbaik untuk semua yang ada di sana, semoga tetap beribadah dan keadaannya semakin membaik. Untuk kita yang tinggal di Indonesia harus lebih bersyukur sama semuanya yang jauh lebih enak dari pada di sana, tinggal di Indonesia yang negaranya seenak ini," tambah Devhian. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved