DPRD Bali Terima 41 Masyarakat Diduga Korban Investasi Bodong

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menerima sebanyak 41 orang diduga korban investasi bodong, Kamis (10/10/2019).

DPRD Bali Terima 41 Masyarakat Diduga Korban Investasi Bodong
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menerima sebanyak 41 orang diduga korban investasi bodong, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menerima sebanyak 41 orang diduga korban investasi bodong, Kamis (10/10/2019).

Mereka diterima di Wantilan Gedung DPRD Bali yang dikoordinir oleh Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bali Ketut Tama Tenaya.

"Jadi hari ini penyampaian aspirasi nasabah Solid Gold Berjangka (SGB), PT yang bergerak dalam investasi. Sudah puluhan. Sudah 41 orang yang melapor bahwa invetasi di SGB ternyata tidak bisa ditarik. Alias lenyap hangus," jelasnya saat ditemui awak media usai pertemuan berlangsung.

Tama mengatakan bahwa korban investasi ini ada yang mulai dari Rp 100 Juta hingga Rp 1 Miliar.

"Karena perusahaan ini masih beroperasi di Bali. Takutnya banyak semeton bali ini yang kena," jelasnya.

Dijelaskan, bahwa banyak masyarakat yang meminjam uang di bank maupun lembaga non bank untuk investasi di SGB tersebut.

Soal Penetapan Teluk Benoa sebagai KKM, ForBALI Sebut Keputusan Menteri Bukan Hal Mengejutkan

Bule Rusia Linglung di Ubud, Diduga Kehabisan Uang dan Terlantar

Hal itu dilakukan karena tergiur janji manis dengan keuntungan 5 sampai 10 persen per bulan.

"Kami DPRD akan menindalanjuti aduan ini. Semoga hari Senin kami panggil termasuk pihak terkait minta keterangan," jelasnya.

Tama mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan agar minimal semua uang nasabah SGB ini bisa kembali.

Lebih lanjut, ia pun mengimbau kepada masyarakat Bali untuk berhati-hati dengan investasi yang menjanjikan bunga yang besar.

Bos Penikam Wiranto Telah Ditangkap, Polisi: Ditangkap Bersama 8 Teroris Lainnya

"Jangan tergiur dengan iming-iming instan, cepat, dijanjikan dua kali lipat. Akhirnya niat masyarakat hilang untuk semua jenis investasi," kata dia.

Tama juga menekankan agar masyarakat melakukan investasi atau menabung di lembaga yang resmi. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved