Ketua PHDI Bangli: Rutin Membayar Iuran JKN-KIS Adalah Bentuk Punia Sesuai Ajaran Hindu

Menurutnya, program JKN-KIS adalah program yang sangat mulia karena di dalamnya ada prinsip gotong-royong yaitu yang sehat membantu yang sakit

Ketua PHDI Bangli: Rutin Membayar Iuran JKN-KIS Adalah Bentuk Punia Sesuai Ajaran Hindu
BPJS Kesehatan
I Nyoman Sukra (69), yang juga merupakan Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pernah menjabat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangli kini dipercaya sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia di Kabupaten Bangli. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memang menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam hal kesehatan khususnya penjaminan terhadap pembiayaan pengobatan bagi masyarakat yang selama ini mengalami kendala biaya saat mengakses pelayanan kesehatan.

Namun saat ini kehadiran program JKN-KIS mulai dipahami oleh masyarakat sebagai wadah untuk bergotong-royong dalam hal pembiayaan yang dibalut dalam bentuk subsidi silang, yang sehat membantu yang sakit.

Salah satu tokoh agama Hindu dari Bangli yaitu I Nyoman Sukra (69), yang juga merupakan Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pernah menjabat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangli ini kini dipercaya sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia di Kabupaten Bangli.

Sebagai tokoh agama, ia memiliki pandangan atas program JKN-KIS bila dikaitkan dengan ajaran agama Hindu. 

Menurutnya ajaran agama manapun akan menjadi dasar dalam menjalani kehidupan dari umatnya.

Khusus dalam program JKN-KIS ini, dirinya menyinggung adanya ajaran agama Hindu yang sangat berkaitan yaitu ajaran yadnya dan punia.

Dalam ajaran yadnya, manusia diajarkan untuk berkorban secara tulus ikhlas sedangkan punia adalah menjadi salah bentuk implementasinya, punia itu dapat disamakan dengan santunan atau sumbangan yang sifatnya sukarela.

“Program JKN-KIS adalah program yang sangat mulia karena di dalamnya ada prinsip gotong-royong yaitu yang sehat membantu yang sakit serta yang mampu membantu yang kurang mampu. Prinsip ini juga bersumber dari ajaran agama termasuk agama Hindu yang mengenal adanya punia sebagai bagian dari yadnya. Dengan  ikut menjadi peserta maka sejatinya kita telah mengamalkan ajaran agama karena telah ikut meringankan beban saudara kita,” ungkap Sukra.

Oleh sebab itu dirinya menghimbau peserta JKN-KIS untuk rutin membayar iuran sehingga dapat mengamalkan salah satu ajaran agama Hindu.

Dirinya pun mengakui bahwa program JKN-KIS ini sangat dibutuhkan khususnya bagi para pimpinan agama termasuk di dalamnya pendeta, sehingga ia memandang kesinambungan program JKN-KIS ini menjadi sangat penting.

Ia pun paham bahwa ringannya biaya iuran dbandingkan manfaat yang jauh lebih besar menjadi sebuah tanggung jawab bersama yang harus dipikul.

“Mengingat pentingnya program ini bagi masyarakat Indonesia, maka saya menghimbau seluruh masyarakat khususnya umat Hindu yang ada di Bangli, marilah kita penuhi segala kewajiban kita dalam program ini melalui pendaftaran menjadi peserta dan rutin membayar iuran setiap bulan. Program ini sangat mulia untuk kita bersama maka kita wajib menjaganya termasuk mengikuti kebijakan-kebijakan yang ada di dalamnya agar program ini dapat berlangsung secara terus-menerus,” tutup Sukra. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved