Ni Ketut Ciri Tak Menyangka Suaminya Tewas di Kamar, Kondisinya Telah Membengkak

Ni Ketut Ciri Tak Menyangka Suaminya Tewas di Kamar, Kondisinya Telah Membengkak

Ni Ketut Ciri Tak Menyangka Suaminya Tewas di Kamar, Kondisinya Telah Membengkak
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bermula dari bau busuk didalam kamar yang terkunci, Ni Ketut Ciri justru menemukan suaminya telah meninggal dunia.

Oleh pihak medis, diperkirakan pria bernama I Nyoman Serangan itu telah meninggal sejak tiga hari lalu.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi saat dikonfirmasi membenarkan ihwal penemuan mayat di Banjar Paketan, Desa Sukawana, Kintamani.

Berdasarkan keterangan Ni Ketut Ciri, jelasnya, pada hari Senin (7/10/2019) Nyoman Serangan masih dalam keadaan sehat dan duduk santai didepan rumah.

Mendapati hal itu, wanita berusia 49 tahun tersebut tidak menaruh curiga apapun, dan tetap melakukan kegiatan berjualan seperti biasa didepan rumah.

Lanjut AKP Sulhadi, pada hari Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 19.30 wita, Ketut Ciri sempat mengecek rumah dengan maksud menghidupkan lampu, sekaligus mengecek kondisi suaminya.

Kendati demikian, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

“Oleh saksi dikira korban sedang keluar rumah. Mengingat korban kerap tidak pulang. Selanjutnya, saksi beristirahat di warung miliknya,” ucap AKP Sulhadi.

Keesokan harinya sekitar pukul 06.30 wita, Ketut Ciri yang hendak mengecek ke keadaan suaminya, justru mencium bau busuk dari dalam kamar.

Lantaran merasa curiga, ia sontak memanggil tetangganya I Komang Sudarma untuk bersama-sama mengecek kedalam kamar.

Namun demikian, tubuh pria berusia 60 tahun itu ditemukan dalam keadaan meninggal dengan posisi tengadah.

“Mendapati kejadian itu, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

AKP Sulhadi menambahkan tim medis puskesmas Kintamani II juga telah melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh jenazah.

Berdasarkan hasilnya, diketahui bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, serta diperkirakan korban telah meninggal tiga hari sebelum ditemukan.

“Selain itu korban mengalami estrimitas atas (kepala membiru), diperkirakan korban mengalami gagal jantung, serta pada tubuh korban dalam keadaan bengkak. Pihak keluarga bersepakat untuk melakukan prosesi penguburan jenazah,” tandasnya. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved