RSUD Karangasem Kehabisan Uang, Dampak Klaim BPJS Belum Dibayar Tiga Bulan

BPJS Kesehatan Cabang Karangasem masih menunggak pembayaran klaim selama tiga bulan di RSUD Karangasem

RSUD Karangasem Kehabisan Uang, Dampak Klaim BPJS Belum Dibayar Tiga Bulan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Pasien menunggu giliran periksa di RSUD Karangasem, Rabu (10/8/2016). RSUD Karangasem Kehabisan Uang, Dampak Klaim BPJS Belum Dibayar Tiga Bulan 

Surat Klaim RSUD ke BPJS telah dilayangkan sejak beberapa bulan lalu.

Namun sampai sekarang belum beri jawaban resmi, hanya melalui lisan.

Dalam waktu dekat RSUD Karangasem akan melayangkan surat klaim untuk tagihan di bulan September.

RSUD Karangasem berencana akan mengikuti cara rumah sakit lain, yakni ikut program Supply Chain Financing (SCF) untuk mengatasi masalah ini.

Di mana peminjaman melalui SCF diberikan untuk mitra BPJS Kesehatan.

Bank hanya memberikan pinjaman dalam waktu jaangka pendek sesuai jumlah tagihan.

"Kebutuhan pokok di RSUD Karangasem andalkan klaim BPJS. Untuk pasien umum yang dirawat di RSUD Krangasem sedikit, sekitar 8 sampai 10 persen. Semoga segera dibayar," ujar Suardana.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Karangasem, Eni Supriatma mengakui adanya tunggakan hingga tiga bulan.

Penyebabnya karena keuangan BPJS defisit dan sedang menunggu pencairan anggaran dari Kementerian Keuangan.

"Hampir semua daerah mengalami masalah sama. Kami belum berani pastikan kapan tunggakan akan dibayar. BPJS hanya menunggu kepastian dari pemerintah pusat," kata Eni.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved