Bali United
Uni Emirat Arab vs Indonesia Kesempatan Debut Spider Wan
Spider Wan kemungkinan menjadi kiper utama saat Tim Garuda bersua Uni Emirate Arab (UEA) pada matchday ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2020
Uni Emirat Arab vs Indonesia Kesempatan Debut Spider Wan
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Penjaga gawang andalan Bali United, Wawan Hendrawan, berkesempatan langsung melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia.
Spider Wan –julukannya– kemungkinan menjadi kiper utama saat Tim Garuda bersua Uni Emirate Arab (UEA) pada matchday ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al-Maktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019) pukul 24.00 Wita.
Wawan Hendrawan bersyukur mendapat kepercayaan membela Timnas Indonesia.
Sebagai pemain profesional, dia berharap mampu menampilkan kemampuan terbaiknya bagi skuad Garuda.
"Ini merupakan suatu kebanggaan. Semoga kepercayaan ini bisa saya balas dengan hal yang positif untuk negara ini," ujar Wawan Hendrawan seperti dikutip situs resmi Liga I Indonesia, Rabu (9/10/2019).
Ini baru kali pertama Wawan Hendrawan dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.
Meski demikian, publik tanah air menilai Wawan Hendrawan lebih layak jadi kiper utama saat melawan UEA, dibanding Andritany Ardhiyasa yang sebelumnya selalu jadi kiper nomor satu Tim Garuda.
Wawan Hendrawan tercatat sebagai kiper yang tampil konsisten dalam gelaran Liga I Indonesia 2019.
Dari 20 kali tampil bersama Bali United, ia hanya kebobolan 13 gol.
Ia juga membubuhkan sembilan cleansheet, jumlah terbanyak di antara kiper-kiper lainnya.
Bandingkan dengan Andritany, yang kebobolan 12 gol dari 12 penampilannya bersama Persija Jakarta di Liga I Indonesia 2019.
Rata-rata satu gol setiap laga.
Ia juga hanya membukukan tiga cleansheet.
Terlebih penampilan Andritany pada dua laga bersama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 ini sangat buruk.
Melawan Malaysia dan Thailand, kiper berusia 27 tahun ini masing-masing kebobolan tiga gol.
Rata-rata gol yang tercipta akibat kesalahannya.
Alhasil, Andritany mendapat sorotan tajam dari fans Garuda.
Bahkan publik menilai pemilik15 caps ini tak layak lagi menjadi kiper Timnas Indonesia.
Namun demikian, Wawan Hendrawan tidak ingin mengomentari kemungkinan dirinya dimainkan atau tidak saat melawan UEA.
Kiper asal Brebes, Jawa Tengah, tesebut menyerahkan semua keputusan kepada tim pelatih.
"Mengenai peluang dimainkan atau tidak, itu murni keputusan pelatih. Intinya, saya selalu siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Wawan Hendrawan.
Wawan Hendrawan mengaku siap untuk mendukung setiap keputusan pelatih.
Dia menyatakan yang terpenting adalah hasil yang terbaik bagi Indonesia.
"Saya rasa semua pemain punya keinginan untuk diturunkan. Tapi mengenai hal tersebut pelatih yang punya wewenang. Intinya, siapapun yang diturunkan nanti, saya akan selalu support demi hasil terbaik untuk Indonesia," ucapnya.
Jika diturunkan, ini pastinya menjadi debut yang tak mudah bagi Wawan Hendrawan.
Ia harus menghadapi tekanan luar biasa dari skuat UEA, yang secara kualitas lebih unggul dari Timnas Indonesia.
Tampil Maksimal
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, pun mengakui duel melawan UEA tidak akan berjalan mudah.
Laga ini akan menjadi sebuah tantangan besar bagi skuat Garuda.
Namun ia percaya timnya mampu tampil apik demi menjawab tantangan tersebut.
"Tantangan yang besar bagi Timnas Indonesia melawan UEA di sini. Tapi kami percaya bisa improve untuk terima tantangan ini dengan baik. Tentu butuh kerja keras dan ingin mendapat hasil positif," kata Simon saat jumpa pers di Dubai, kemarin.
Timnas Indonesia tampil buruk dalam dua laga sebelumnya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tampil di kandang, tim asuhan Simon McMenemy kalah 2-3 dari musuh bebuyutan Malaysia dan 0-3 dari Thailand.
Hasil buruk ini membuat Indonesia berada di posisi juru kunci Grup G dengan nol poin.
Karenanya mereka wajib bisa mencuri poin dari tuan rumah UEA.
Meski berat, Simon mengaku optimistis Stefano Lilipaly dkk akan menampilkan kemampuannya yang terbaik lawan UEA.
Ia yakin anak asuhnya punya kemampuan yang cukup untuk mengimbangi tuan rumah.
"Kami tahu perjalanan ke UEA jauh dari Indonesia, kami respek kepada tuan rumah. Kami akan lakukan yang terbaik dari yang kami punya. Kami selalu mencoba positif dengan apa yang kami miliki dan memastikan punya senjata untuk melawan UEA," kata pelatih asal Skotlandia tersebut.
Untuk bisa memaksimalkan persiapan, skuat Garuda datang sejak sepekan sebelum pertandingan.
Mereka tiba di Dubai pada 3 Oktober 2019 sebagai bagian dari persiapan pertandingan hari ini.
Hansamu Yama dkk sebelumnya sudah pernah merasakan cuaca dan lingkungan yang mirip dengan Dubai ketika melakoni laga uji coba melawan Yordania pada Juni lalu.
Tak Anggap Remeh
Sementara Pelatih UEA, Bert van Marwijk, pantang meremehkan Indonesia.
Meski Indonesia kalah dua kali pada dua laga awal, Van Marwijk tetap memuji sang calon lawan.
"Saya menghormati dan tidak meremehkan Timnas Indonesia," kata pelatih asal Belanda ini dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola UEA, kemarin.
Ia menyebut Timnas Indonesia adalah lawan bagus dan mempunyai pemain dengan kualitas spesial.
“Mereka sulit diprediksi dan saya pikir mereka hanya kurang beruntung pada dua laga awal saat mereka kalah," katanya lagi.
Pelatih yang mengantar Timnas Belanda menjadi runner-up Piala Dunia 2010 itu juga menegaskan persiapan timnya sudah maksimal.
Tak hanya menggelar latihan dalam beberapa hari terakhir, dia juga sudah mempersiapkan timnya dalam pemusatan latihan di Austria dan Bahrain.
"Kami harus tetap memainkan gaya sendiri seperti yang sudah dilatih di Austria dan Bahrain dan beberapa hari latihan di Dubai," tutur pria berusia 67 tahun itu.
Van marwijk berpotensi mengandalkan dua pemain terbaik Asia edisi 2015 dan 2016 untuk menghadapi Indonesia.
Mereka adalah Ahmed Khalil yang merupakan pemain terbaik Asia 2015 dan Omar Abdulrahman peraih gelar serupa untuk edisi 2016.
Kedua pemain tersebut sebenarnya baru pulih cedera, dan khusus buat Ahmed Khalil baru dipanggil Timnas UEA lagi setelah absen pada laga pertama kontra Malaysia.
Sementara Omar Abdulrahman juga belum pulih betul meski sudah tampil 17 menit saat jumpa tuan rumah Malaysia.
"Omar Abdulrahman adalah pemain luar biasa, kalian bisa melihat hal itu saat ini. Sebagai pelatih yang bekerja dengannya, dia terus berkembang pesat (seusai cedera) dan itu terlihat dalam pemusatan latihan kami di Bahrain," ujar Van Marwijk.
UEA untuk sementara menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup G dengan torehan tiga poin.
Posisi itu diraih berkat kemenangan 2-1 atas tuan Malaysia pada 10 September lalu.
Mereka menargetkan kemenangan atas Indonesia.
Seperti yang disampaikan oleh Ali Khasif, penjaga gawang UEA.
"Kami berharap dapat berhasil dalam membuat pertandingan yang bagus dan tampil di level yang memuaskan," katanya dikutip dari laman resmi UEA.
Ia mengatakan timnya harus meneruskan performa yang sama saat mampu mengalahkan Malaysia.
"Tujuan pertama kami ialah terus maju dan mendapatkan tiga poin dan terus menang. Kami harus meneruskan permainan apik kami sama seprti saat melawan Malaysia," ujarnya.
(tribun network/mba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/timnas-indonesia-vs-uni-emirate-arab-uea.jpg)