Unud dan Greenpeace Kaji 5 Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan PLTS Atap di Bali

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar terkendala kebutuhan lahan luas untuk pemasangan modul surya

Unud dan Greenpeace Kaji 5 Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan PLTS Atap di Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekretaris Center for Community Based Renewable Energy (CORE) Universitas Udayana (Unud) I Nyoman Satya Kumara saat menyampaikan hasil penelitian 'Peta Jalan Pengemban PLTS Atap Menuju Bali Mandiri Energi', di Denpasar, Bali, Rabu (9/10/2019). Unud dan Greenpeace Kaji 5 Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan PLTS Atap di Bali 

Unud dan Greenpeace Kaji 5 Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan PLTS Atap di Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar terkendala kebutuhan lahan luas untuk pemasangan modul surya.

Bali sebagai pulau yang relatif kecil dan dengan perkembangan pariwisata yang terjadi di seluruh wilayah, memiliki ketersediaan lahan yang terus menurun diiringi harga yang tinggi.

Pembangunan PLTS skala utilitas dengan kapasitas di atas 1 MW memerlukan kajian rinci mengenai lokasi pembangkit dan dampaknya terhadap sistem ketenagalistrikan.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Universitas Udayana bersama Greenpeace Indonesia memberikan solusi pengembangan berupa PLTS atap.

Sekretaris Center for Community Based Renewable Energy (CORE) Universitas Unud I Nyoman Satya Kumara mengatakan ada beberapa kelebihan penerapan PLTS atap, yakni tidak memerlukan lahan sehingga menghindari terjadinya alih fungsi lahan.

Selain itu, bersifat tersebar mengikuti sebaran demografi dan berkapasitas relatif kecil karena dibatasi luas atap sehingga masih dalam batasan kapasitas jaringan distribusi PLN.

Saat ini, total kapasitas PLTS di Bali masih didominasi ground mount system yang terpasang di Bangli dan Karangasem.

Kedua PLTS skala besar ini merupakan 57 persen dari total PLTS di Bali, sehingga PLTS atap perlu diberikan perhatian serius sebagai solusi energi bersih, hijau, tersebar, terdesentralisasi dan berkelanjutan.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved