Perkuat Visi Pemajuan Kebudayaan Bali, Pemprov Selenggarakan Seminar Internasional Sastra Indonesia

Acara ini menghadirkan sastrawan bereputasi internasional, baik berasal dari Bali, dalam negeri, maupun luar negeri yang akan membincangkan tiga sub t

Perkuat Visi Pemajuan Kebudayaan Bali, Pemprov Selenggarakan Seminar Internasional Sastra Indonesia
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana Seminar Internasional Sastra Indonesia di Bali (Bali International Literary Symposium) 2019 dengan tema “Sastra, Lingkungan, dan Kita” (Words, Earth, and Us) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR–Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Internasional Sastra Indonesia di Bali (Bali International Literary Symposium) 2019 dengan tema “Sastra, Lingkungan, dan Kita” (Words, Earth, and Us) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (11/10/2019).

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, seminar internasional sastra Indonesia ini pertama kali digelar di Bali.

Menurutnya, tema seminar sangat bagus dan tujuannya juga selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya berkaitan dengan upaya untuk memajukan kebudayaan Bali.

“Maka dari itu saya sangat mendukung adanya seminar ini, dan juga tentunya kita berharap agar seminar ini menghasilkan suatu pemikiran-pemikiran, konsep yang bisa diterapkan untuk memperkuat pemajuan budaya Bali,” kata Koster usai membuka acara.

Penetapan Teluk Benoa Sebagai Kawasan Konservasi Maritim, Upaya Meredam Gejolak Masyarakat Bali

Dorong Inklusi Keuangan Kepada Generasi Z, BRI Hadirkan BRILink di Sekolah

Ia menilai, animo masyarakat Bali untuk menekuni  bidang sastra cukup tinggi. Terbukti pada saat dilaksanakannya bulan Bahasa Bali, bulan Februari lalu, di mana para pesertanya cukup banyak mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai mahasiswa ikut berpartisipasi dalam nyastra aksara Bali dalam lontar.

Meskipun waktu penyelenggaraannya relatif singkat tetapi pesertanya banyak sehingga animo masyarakat baik, yang artinya generasi muda Bali mempunyai kepedulian, kepekaan dan rasa tanggung jawab untuk memelihara warisan budaya Bali yang diwariskan oleh para leluhur.

“Saya akan menggalakkan ini ke depan agar betul-betul budaya Bali ini menjadi suatu arus kehidupan masyarakat Bali,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Wayan Kun Adnyana berharap forum ini dapat memberikan inspirasi dan memproyeksikan gagasan-gagasan besar tentang dunia sastra, serta berkontribusi dalam pembangunan Bangsa Indonesia, khususnya Bali.

Alaya Resort Ubud Initiates Sustainable CSR Program with Pasraman Gurukula Foundation Bali

Dilaporkan Tipu Klien, Bambang Suarso Jalani Sidang Perdana Didampingi 13 Kuasa Hukum

“Jadi ini menjadi semacam adedium baru. Kalau pada rezim otoriter yang paling ditakuti adalah sastrawan, karya sastra, karya penyair. Itu menjadi musuh kaum otoritarian,” ujarnya

Sehingga, lanjut dia, Pemprov Bali berinisiatif menggandeng para sastrawan ini untuk menginspirasi dan memotivasi setiap arah kebijakan yang dilakukan pemerintah berdasarkan karya literatur, manuskript dan kearifan lokal daerah masing-masing.

Acara ini menghadirkan sastrawan bereputasi internasional, baik berasal dari Bali, dalam negeri, maupun luar negeri yang akan membincangkan tiga sub tema terpilih, yakni, pertama, Sastra, Manusia, dan Lingkungan.

Kedua, Sastra dan Keraifan Lokal,  ketiga, Sastra Indonesia di Mata Dunia, acara ini juga akan menampilkan Pameran Kata Rupa yang dapat memberikan gambaran kepada publik luas perihal bagaimana teks sastra khususnya Puisi diterjemahkan ke dalam medium seni lainnya, seperti lukisan, mural, dan grafiti. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved