Ucapan Koster Soal Teluk Benoa Tak Bisa Direklamasi Dibantah Akademisi UGM, Ini Yang Harus Dipahami

Gubernur Koster mengatakan bahwa dengan dikeluarkannya surat keputusan tersebut maka kawasan Teluk Benoa tidak lagi bisa direklamasi.

Ucapan Koster Soal Teluk Benoa Tak Bisa Direklamasi Dibantah Akademisi UGM, Ini Yang Harus Dipahami
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Gubernur Bali Wayan Koster melakukan jumpa pers terkait keluarnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019 tentang Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa di Provinsi Bali, di Jayasabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster melakukan jumpa pers di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Kamis (10/10/2019) sore.

Jumpa pers tersebut berkaitan dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019 tentang Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa di Provinsi Bali tertanggal 4 Oktober 2019.

Pada saat jumpa pers itu, Gubernur Koster mengatakan bahwa dengan dikeluarkannya surat keputusan tersebut maka kawasan Teluk Benoa tidak lagi bisa direklamasi.

“Kalau sudah ada Keputusan Menteri maka sudah tidak bisa (direklamasi),” ucap Koster dengan bangga.

Namun nyatanya, ucapan Gubernur Koster tersebut dibantah oleh akademisi Departemen Hukum Lingkungan, Fakultas Hukum, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta I Gusti Agung Made Wardana.

"Kesimpulan Koster itu kan reklamasi tidak jalan, tidak jadi kan karena status itu. Nah saya mencoba untuk meluruskan," kata Agung Wardana, Jum'at (11/10/2019).

Dijelaskan olehnya, harus dipahami terlebih dahulu bahwa Kawasan Konservasi Maritim (KKM) berbeda dengan Kawasan Konservasi Perairan (KKP).

KKM sifatnya guna melindungi fungsi-fungsi adat dan budaya, bukan untuk melindungi fungsi ekologis secara menyeluruh di kawasan Teluk Benoa.

"Itu sebenernya yang pertama yang harus kita pahami adalah status kawasan konservasi maritim itu berbeda dengan kawasan konservasi perairan atau KKP," jelasnya.

Dijelaskan oleh Agung Wardana, ada beberapa kategori konservasi di kawasan perairan saat ini.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved