BNNK Lakukan Tes Urine, Enam Petugas Lapas Karangasem Positif Alkohol

Sebanyak enam petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Karangasem dinyatakan positif alkohol.

BNNK Lakukan Tes Urine, Enam Petugas Lapas Karangasem Positif Alkohol
Tribun Bali/Saiful Rohim
Pegawai Lapas Klas IIB Karangasem mengikuti tes urine, Jumat (11/10/2019). Tidak ada ditemukan pegawai positif narkoab. Namun enam di antaranya positif alkohol. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Sebanyak enam petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Karangasem dinyatakan positif alkohol.

Temuan ini setelah Badan Narkotika Naasional Kabupaten (BNNK) Karangasem mengelar tes urine, Jumat (11/10/2019).

Kepala BNNK Karangasem, AKBP Ketut Arta mengatakan, meski positif alkohol, tak ditemukan adanya penyalahgunaan barang terlarang seperti narkoba.

Total pegawai yang dites urine sebanyak 45 orang.

"Tes urine dilakukan dengan mamakai alat rapid test dengan delapan parameter untuk mendeteksi zat beerbahaya. Seperti sabu, ganja, benzodiazepine, morpin, exstasi (MDM) cocain, synthetic cannabis, serta alkohol," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II B Karangasem, Rochidam mengungkapkan, pimpinan harus menindak tegas jika ditemukan pegawai yang memakai barang terlarang.

Ia mewanti-wanti petugas supaya tetap menjaga martabat dengan menjauhi berang terlarang.

BNNK juga telah menggelar tes urine di beberapa instansi pemerintahan. Di antaranya Pengadilan Negeri (PN) Karangasem, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kodim Karangasem, Kejaksanaan, Badan Pusat Statistik (BPS), Pengadilan Agama, dan instansi swasta lain.

Sedangkan di Singaraja, BNNK Buleleng juga menggelar tes urine pegawai di Lapas Kelas IIB Singaraja. Ditemukan satu pegawai lapas yang positif alkohol.

Kalapas Kelas IIB Singaraja, Risman Seomantri mengatakan, atas temuan adanya urine yang positif mengandung alkohol, tidak ada sanksi yang diberikan.

Selama pegawai tersebut tidak dalam keadaan mabuk saat berada di wilayah tempat kerja.

"Untuk melarang pegawai tidak meminum minuman beralkohol sebenarnya agak susah. Di Bali hal seperti itu kan sudah biasa. Kalau saya tanya alasannya kenapa minum, pasti jawabannya habis ada acara adat di rumah," katanya. (ful/rtu)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved