Cegah Terjadinya Aksi Anarkisme, Ditbinmas Polda Bali Tingkatkan Penyuluhan pada Siswa SMA

Dalam rangka mencegah timbulnya bibit-bibit radikalisme dan untuk mengantisipasi bahaya kenakalan remaja serta aksi anarkisme di kalangan

Cegah Terjadinya Aksi Anarkisme, Ditbinmas Polda Bali Tingkatkan Penyuluhan pada Siswa SMA
Polda Bali
Ditbinmas Polda Bali melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan kepada Siswa Siswi SMA Dharma Praja Lumintang Denpasar, Jumat (11/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali- Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Dalam rangka mencegah timbulnya bibit-bibit radikalisme dan untuk mengantisipasi bahaya kenakalan remaja serta aksi anarkisme di kalangan Generasi Muda jelang Pelantikan Presiden RI pada tgl 20 Oktober 2019 Ditbinmas Polda Bali melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan kepada Siswa Siswi SMA Dharma Praja Lumintang Denpasar, Jumat (11/10/2019) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi (Kasi) Bin Penakta Subditbintibsos Ditbinmas Polda Bali Kompol. Anwar Sasmito, S.H., M.H., serta Staff Bhamin (Bhayangkara Administrasi) Subditbintibsos Ditbinmas Polda Bali Bripka Ary Sudarsa, S.H., dan Brigpol. I Putu Sedana Yoga, Kepala Sekolah SMA Dharma Praja Denpasar I Gede Bagus A., S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bid. Kesiswaan I Made Yasa, S.Pd., Siswa Siswi Kelas X dan XI sebanyak 70 orang.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan serentak di seluruh sekolah di wilayah Hukum Polda Bali oleh Direktorat Binmas Polda Bali Bersama Satuan Binmas Polres/Polresta di jajaran Hukum Polda Bali berdasarkan arahan dan perintah Kabaharkam Mabes Polri yang memerintahkan para anggota Polri di setiap wilayah untuk mengantisipasi kerawanan Kamtibmas jelang Pelantikan Presiden RI, untuk mencegah aksi-aksi Radilkalisme dan Terorisme  sesuai dengan Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002, yaitu polisi sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Terduga Teroris Yang Ditangkap di Bali Diduga Berbaiat ke ISIS, Pernah Kos di Jalan Sedap Malam

Tepat Hari Ini, Peringatan Tragedi Bom Bali I, Karangan Bunga Sudah Penuhi Ground Zero

Dalam bimbingan penyuluhannya Kompol Anwar Sasmito, S.H.,M.H., menjelaskan, bahwa agar para siswa-siswi Dharma Praja Denpasar jangan ikut-ikutan membuat gank-gank motor seperti halnya di sekolah-sekolah lain yang cenderung suka ugal-ugalan dan berbuat anarkis dengan melakukan aksi kriminal hingga melakukan penyalahgunaan narkoba dan apabila diajak mengikuti aksi demonstrasi.

"Pelantikan Presiden seperti halnya di Jakarta jangan mau terprovokasi atau mau ikut-ikutan, tugas kalian hanyalah belajar dan belajar lalu tempa diri dengan ilmu pengatahuan yang baik agar dapat kalian gunakan untuk masa depan, Anwar juga meminta agar adik-adik mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dari sekolah, mematuhi para guru dan kepala sekolah sehingga tidak melenceng dari tugas pokok adik-adik sebagai pelajar," ujarnya.

PENTING : Pajak STNK Mati Bisa Dipenjara atau Denda Setengah Juta Rupiah

Diskon Besar Sepanjang Tahun di Adidas Factory Outlet Store Park23 Bali

Pada kesempatan lain materi tambahan oleh Bripka. Ary Sudarsa, S.H., juga memberikan materi terkait apa itu pengertian kenakalan remaja, kategori remaja dan pengertian tentang remaja, bentuk-bentuk kenakalan remaja, golongan kenakalan remaja yang tergolong dalam pelanggaran norma hukum seperti mencuri, menipu, memeras, trek- trekan tanpa surat kendaraan, dan menggugurkan kandungan.

"Perwakilan para siswa laki-laki dan perempuan untuk maju ke depan kelas untuk merefleksikan atau membuat kesimpulan atas penyuluhan yang telah mereka dengar atau yang telah dilaksanakan pada kesempatan ini, dan para siswa-siswi juga telah berjanji untuk mematuhi aturan-aturan dari pihak sekolah dan pihak aparat kepolisian untuk mematuhi segala ketentuan dan hukum yang berlaku di negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved