Jam 02.35 Dinihari 2 Terduga Teroris Bergerak, Kapolda Bali Ungkap Kondisi dan 5 Fakta di TKP

Perwira dengan dua bintang di pundak ini menambahkan, selalu responsif bukan hanya defensif dan pemantauan terus dilakukan Kepolisian.

Jam 02.35 Dinihari 2 Terduga Teroris Bergerak, Kapolda Bali Ungkap Kondisi dan 5 Fakta di TKP
Tribun Bali/Zaenal Arifin
Kapolda Bali disela latihan menembak di Lapangan Tembak Brimobda Bali saat dimintai konfirmasi oleh awak media mengenai penangkapan dua terduga teroris yang di bekuk di Bali.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)   

 Jam 02.35 Dinihari, 2 Terduga Teroris Bergerak, Kapolda Bali Ungkap Kondisi dan 5 Fakta di TKP

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di Pandeglang Banteng, MenkoPolhukam Wiranto mengalami teror penusukan oleh pasangan suami istri.

Tahu peristiwa itu, Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus R. Golose langsung menggelar pertemuan dengan pejabat utama Polda Bali.

1. Polda Bali Gelar Rapat

“Pada waktu kejadian yang terjadi (penusukan Wiranto) yang kita tahu bersama itu dilakukan oleh kelompok yang berada di jaringan Banten," imbuh Irjen Petrus Golose, Sabtu (12/10/2019) di Lapangan Tembak Brimobda Bali.

"Saya juga berdiskusi kita dari pemantauan kita yang ada semuanya kita sudah memantau (pergerakan dua terduga teroris yang dibekuk).”

Perwira dengan dua bintang di pundak ini menambahkan, selalu responsif bukan hanya defensif dan pemantauan terus dilakukan Kepolisian.

“Sebenarnya target (AT dan ZIA) sudah kita pantau. Karena mereka akan meninggalkan Pulau Bali sehingga kita melakukan apa yang disebut read planning and execution (penangkapan). Itu dilakukan pada pukul 2.35 Wita dua hari yang lalu pada waktu pagi hari,” ungkap Irjen Petrus Golose.

2. Langsung Ditangkap

Mantan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT ini menyampaikan penangkapan dilakukan karena jaringannya (Abu Rara dan Istri) melakukan hal yang tidak bisa di tolerir (penusukan terhadap Wiranto).

“Sekarang kita melakukan tindakan itu tentunya yang disebut dengan preemptive strike. Kita melakukan kegiatan preventif, pre-emptive untuk mencegah kelompok-kelompok ini untuk melakukan tindakan (tindakan serupa maupun lebih),” ungkapnya.

Dari hasil pemantauan Polda Bali keduanya ini sudah lama tinggal di Pulau Dewata.

“Sudah beberapa lama sebenarnya mereka (tinggal di Bali) dan semuanya satu jaringan. Hasil pemantauan selama mereka tidak melakukan kegiatan yang tentunya mengganggu warga Bali. Biarkanlah kami (Polisi) yang tidak tidur kalian (warga Bali) yang tidur,” tegasnya.

3. Mulai Bergerak, Namun Sadar Diawasi

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved