Pasca Penangkapan Terduga Teroris di Bali, Kadis Pariwisata: Turis Tidak Perlu Khawatir, Bali Aman

Astawa mengimbau wisatawan domestik maupun mancanegara tidak khawatir perihal penangkapan itu, pasalnya sejauh ini kondisi Bali aman dan kondusif

Pasca Penangkapan Terduga Teroris di Bali, Kadis Pariwisata: Turis Tidak Perlu Khawatir, Bali Aman
Kompas.com
Ilustrasi Densus 88 - Pasca Penangkapan Terduga Teroris di Bali, Kadis Pariwisata: Turis Tidak Perlu Khawatir, Bali Aman 

Pasca Penangkapan Terduga Teroris di Bali, Kadis Pariwisata: Turis Tidak Perlu Khawatir, Bali Aman

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, menanggapi dua anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berinisial AT dan ZAI, yang diamankan di Bali.

Astawa mengimbau wisatawan domestik maupun mancanegara tidak khawatir perihal penangkapan itu, pasalnya sejauh ini kondisi Bali aman dan kondusif.

"Makannya kita perlu sosialisasi melalui media. Bantu kita, bahwa kepolisian kita maupun masyarakat dan sistem keamanan di desa adat itu sangat sigap, kalau terbukti kan bisa ditangkap, itu sebagai bukti bahwa masyarakat kita mengantisipasi dengan baik," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (12/10/2019).

"Tidak perlu khawatir, Bali masih aman. Karena masyarakat Bali sudah sangat solid yah. Karena kan terus terang saja pariwisata Bali untuk Indonesia, artinya kita mampu menyiapkan tenaga kerja di samping masyarakat Bali dan luar Bali. Mestinya kan kebersamaan menjaga keamanan itu harus bersama-sama. Sebab pengalaman 2002 dan 2005 itu, kalau sampai tidak terurus kan banyak jatuh miskin. Kita Bali miskin, Jogja ikut miskin, Jepara itu miskin, Lombok juga. Jadi saya kira tanggung jawab kita semua untuk menjaga keamanan Bali, harapan kami," imbuhnya.

Menurutnya penangkapan teroris di Bali ini memang sangat sesnsitif di dunia pariwisata.

"Itu kan kalau saya di pariwisata kan sensitif dengan isu-isu keamanan. Artinya di dalam penyelenggaraan pengaturan keamanan itu kiranya masyarakat bersama dengan sistem keamanan, pecalang, kita di desa adat bersinergi dengan pihak-pihak kepolisian dan TNI, kan itu harapan kita untuk bisa saling mengontrol lah. Sehingga tidak mengganggu suasana (isu-isu) keamanan bagi turis," ujarnya.

"Jadi tetap bersinergi antara masyarakat komponen pecalang bersinergi dengan pihak kepolisian dan TNI, itulah pilar-pilar yang kita harapkan untuk bisa bersama-sama kita menjaga keamanan Bali. Itu saja imbauan saya," ucapnya.

(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved