Penyuluh Agama di Bali : Sudah Empat Bulan Kami Belum Mendapat Gaji, Padahal Kami Butuh Makan

Sejak empat bulan lalu gaji mereka yang seharusnya didapat setiap bulan tak kunjung cair.

Penyuluh Agama di Bali : Sudah Empat Bulan Kami Belum Mendapat Gaji, Padahal Kami Butuh Makan
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

“Iya gaji penyuluh belum terealisasi. Itu pun karena anggaran yang kami dapat dari pusat juga kurang untuk pemberian honornya,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, penundaan gaji tersebut lantaran adanya instruksi dari Presiden Republik Indonesia untuk membayar gaji penyuluh agama dua kali lipat.

Akibatnya, uang yang didapat dari pusat kurang untuk membayar gaji para penyuluh.

“Begini, awalnya penyuluh di Kabupaten Badung maupun di tempat lain kan Rp 500 ribu per bulan. Kini dinaikkan menjadi Rp 1 juta per bulan. Maka dari itu kami hanya bisa membayar setengah tahun,” ungkapnya.

Manguningrat juga menambahkan untuk di Kabupaten Badung, penyuluh agama Hindu ada sebanyak 65 orang.

Menurutnya, memang semua penyuluh belum mendapatkan gaji. Saat ditanya apakah penyuluh itu merupakan tenaga kontrak?

Ia mengaku tidak,Hanya saja penyuluh tersebut direkrut oleh Kementerian Agama melalui pembukaan lowongan kerja yang disebut penyuluh non PNS.

“Batas waktu kerjanya selama satu tahun sehingga dalam perekrutannya kita membuka lowongan pekerjaan dan dites berkaitan dengan teori atau pelajaran Agama. Jadi mereka diberikan SK,” bebernya. 

Terjadi di Seluruh Bali

Kasi Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Mudiana, mengungkapkan biasanya tidak pernah ada masalah terkait honor untuk penyuluh agama.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved