Tak Setuju Rencana Pembuatan Kereta Gantung di Gunung Abang, Warga Kemukan 2 Alasan Menolak 

Rencana pembangunan kereta gantung di wilayah Gunung Abang, Kintamani kini justru mendapat penolakan dari masyarakat sekitar.

Tak Setuju Rencana Pembuatan Kereta Gantung di Gunung Abang, Warga Kemukan 2 Alasan Menolak 
Tribun Bali/Prima/Dwi S
Ilustrasi kereta gantung 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rencana pembangunan kereta gantung di wilayah Gunung Abang, Kintamani kini justru mendapat penolakan dari masyarakat sekitar.

Warga menilai pembangunan atraksi wisata tersebut menodai kesucian pura. Ada dua alasan kuat yang meneguhkan hati mereka menolak.

Perbekel Desa Abang Batudinding, I Made Diksa menungkapkan, penolakan pembangunan kereta gantung itu disampaikan oleh masyarakat dari Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, serta masyarakat dari Desa Abang Songan dan Desa Suter.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 490 orang bertempat di Banjar Dukuh itu, Diksa mengatakan masyarakat berkomitmen untuk menolak pembangunan kereta gantung atau cable car.

“Ada dua kali pertemuan. Pertama pada awal bulan September, dan rapat kedua pada Kamis (dua hari lalu) malam, setelah masyarakat mendengar adanya informasi bahwa kereta gantung itu akan segera dibangun,” ujarnya, Jumat (11/10/2019).

Magisnya Tradisi Narat, Puluhan Warga Kerauhan Membawa Keris

Dewan Ragukan Kinerja Pegawai Tidak Tetap, Kenaikan Gaji Tak Mau Dinikmati Pegawai Hobi Bolos

Diksa menyebutkan ada beberapa alasan ihwal penolakan ini.

Pertama karena di wilayah Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Desa Abang Songan, dan Suter yang berada di bawah, terdapat banyak tempat suci.

Krama khawatir keberadaan kereta gantung nantinya akan menodai kesucian pura. Sedangkan alasan kedua, karena tanah di sekitar tergolong labil dan rawan longsor.

“Di situ ada Pura Kawitan Tuluk Biyu, Pura Dukuh Sakti, serta Tirta Paceburan atau Tirta Sapu Jagad. Kalau dilihat gambarnya, seluruh tempat suci ini berada di kaki gunung, tepat di bawah rencana pembangunan kereta gantung itu,” ucapnya.

Atas hasil pertemuan tersebut, pihaknya bersama tokoh-tokoh Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding mengaku akan melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada Bupati Bangli.

Dari Adaptasi Sel hingga Nobel Perdamaian, Pemenang Lima Kategori Nobel Telah Diumumkan

Banten-nya Sama dengan Otonan Manusia, Ini Makna Tumpek Kandang dan Upakaranya

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved