Puisi dan Esai

ESAI - Hidup itu Nyala

Pameran lukisan Kelompok Oerip “Oeroep” berlangsung di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar, Bali, awal Oktober 2019

ESAI - Hidup itu Nyala
Tribun Bali/Ni Ketut Sudiani
Pameran lukisan Kelompok Oerip “Oeroep” berlangsung di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar, Bali, pada awal Oktober 2019. ESAI - Hidup itu Nyala 

ESAI - Hidup itu Nyala

“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

-  Buya Hamka

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pameran lukisan Kelompok Oerip “Oeroep” yang berlangsung di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar, Bali, pada awal Oktober 2019 ini boleh dikata mencerminkan semangat hidup sebagaimana yang dituliskan sastrawan ternama Indonesia, Buya Hamka.

Delapan perupa yang terlibat di dalamnya, boleh dikata berupaya tetap menjaga nyala hidup.

Ya, sebuah falsafah Jawa mengungkapnya dengan urip iku urup (hidup itu nyala).

Para perupa itu di antaranya Tjahjadi Hartono, Ruslan Pangeran, Katirin, Joni Ramlan, Januri, Ipong Purnama Sidhi, Gus Her dan Lini Natalini Widhiasi.

Karya-karya mereka dihadirkan selama sepekan lebih hingga 12 Oktober 2019.

Pegiat seni Janu Pu menuliskan Urip iku urup dapat dipahami bahwa “hidup yang sejati adalah ketika mampu menerangi sekitar”.

Dalam kehidupan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Halaman
1234
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved