95.7 Persen Masyarkat Bali Tak Pernah Memeriksakan Gigi

Saat diminta menyikat gigi geraham, ia mengikutinya, begitupun saat diminta menyikat gigi bagian depan.

95.7 Persen Masyarkat Bali Tak Pernah Memeriksakan Gigi
Tribun Bali / Putu Supartika
Pemeriksanaan gigi dalam BKGN di Unmas Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komang Bagus, siswa SD 28 Dangin Puri Denpasar dengan mulut berbuih dan memegang sikat gigi serius mendengarkan arahan dari pembimbingnya.

Saat diminta menyikat gigi geraham, ia mengikutinya, begitupun saat diminta menyikat gigi bagian depan.

Bagus mengaku baru tahu cara sikat gigi yang baik dan benar.

"Saya baru tahu cara sikat gigi yang benar. Biasanya sikat gigi sekenanya pagi saja," kata Bagus.

Dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional ke-10 dilaksanakan berbagai kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Kegiatan ini dilaksanakan Senin (14/10/2019) hingga Rabu (16/10/2019) dengan acara edukasi sikat gigi bagi siswa, pemeriksanaan gigi gratis, penambalan, maupun pembersihan karang gigi.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang juga Ketua PDGI Bali, Dewa Made Wedagama mengatakan masih banyak permasalahan kesehatan gigi di Bali.

"Yang ringan saja masih rendah yang menggosok gigi tepat waktu dan benar. Hanya 5.3 persen masyarakat yang benar cara menyikat giginya pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur," katanya.

Hal tersebut berdasarkan hasil Riskesdas 2018.

Selain itu menurutnya permasalahan gigi dan mulut masyarakat Bali sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yaitu sebesar 58,4%.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved