BNKK Rencana Bangun Klinik Rehabilitasi, Buleleng Peringkat Kedua Rawan Narkoba di Bali

BNNK Buleleng masih menunggu hibah lahan dari pemerintah kabupaten untuk membangun klinik rehabilitasi

BNKK Rencana Bangun Klinik Rehabilitasi, Buleleng Peringkat Kedua Rawan Narkoba di Bali
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa. BNKK Rencana Bangun Klinik Rehabilitasi, Buleleng Peringkat Kedua Rawan Narkoba di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebagai daerah peringkat kedua rawan narkoba di Bali, Buleleng sangat membutuhkan klinik rehabilitasi.

Untuk membangun klinik, Badan Narkotika Nasional Kabutapen (BNNK) Buleleng masih menunggu pemerintah kabupaten untuk menghibahkan lahannya yang ada di Jalan Teleng, Nomor 3, Singaraja, Buleleng, Bali.

Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa mengatakan, karena belum memiliki klinik, pelayanan rehabilitasi pun terpaksa dilakukan di luar Buleleng.

Para pecandu harus dikirim ke Klinik Pratama Rehabilitasi Narkotika yang ada di Bangli, Gianyar maupun Badung.

"Hal ini dirasa kurang optimal. Terhitung sejak Januari hingga saat ini, jumlah pecandu yang sudah dikirim ke kabupaten lain ada sekitar 64 orang," ujarnya, Minggu (13/10/2019).

Bila klinik pratama ini sudah dibangun, kata AKBP Astawa, para pecandu akan lebih mudah mendapatkan pelayanan medis dan psikolog, tanpa perlu jauh-jauh ke daerah lain.

Pihaknya juga dapat memberikan pelayanan tes urine bebas narkoba kepada masyarakat secara gratis.

"Di Buleleng ini nanti dirancang untuk rawat jalan. Kalau yang rawat inap khusus di Bangli saja, dan itu untuk pasien yang ketergantungan berat," jelasnya.

Informasi yang diterima AKBP Astawa, lahan seluas 7,2 are itu akan segera dihibahkan oleh pemerintah pada November 2019 mendatang.

Untuk kebutuhan dokter, psikolog sarana dan prasarana dapat diajukan ke BNN pusat.

"Jika sudah dihibahkan bulan November ini, tahun 2020 sudah siap. Buleleng sudah punya klinik rehabilitasi, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi," ucapnya.

Sembari menunggu klinik dibangun, AKBP Astawa mengaku saat ini pihaknya telah rutin melakukan sosialisasi ke desa-desa, serta mengimbau aparat desa untuk mau mengantarkan warganya yang terbukti mengonsumsi narkotika, agar mau menjalani rehabilitasi ke BNNK. Buleleng ini banyak penggunanya, sudah merah. Jadi lebih baik lapor ke BNN agar bisa kami rehab, dari pada ditangkap bikin penuh lapas," tuturnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved