Dapat Bantuan Peralatan Pengolahan Darah, Ini Harapan Ketua PMI Bali

The Rotary Foundation berikan bantuan berupa peralatan pengolahan darah kepada PMI Provinsi Bali

Dapat Bantuan Peralatan Pengolahan Darah, Ini Harapan Ketua PMI Bali
TRIBUN BALI/M.FIRDIAN SANI
Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra saat ditemui awak media di ruang Werkudara RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (14/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - The Rotary Foundation berikan bantuan berupa peralatan pengolahan darah kepada PMI Provinsi Bali, Senin (14/10/2019).

Kegiatan ini bertempat di aula Werkudara poliklinik lantai 3 RSUD Sanglah Denpasar yang dihadiri oleh DG (Distric Governur) Hawaii, DG Indonesia, President Rotary Club (RC) Bali Nusa Dua, Honolulu Sunrise USA, RC Bali Nusa Dua, RC Lucembourg Horizon, Luxembourg, RC Traverse City USA, RC Bali Taman Indonesia, RC Bali Seminyak Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar yang diwakili oleh Direktur Keuangan RSUP Sanglah Denpasar, kepala Balai Besar Pom Denpasar, kepala biro kesra provinsi Bali, ketua PDDI provinsi Bali serta ketua pengurus PMI kabupaten kota se-Bali.

Bantuan berupa 22 unit hemoscale dan blood mixer lengkap dengan hand electric sealer, scanner barcode beserta boxnya, 4 unit battery charger untuk emoscale, 2 unit centrifuge balance, 1 unit serology centrifuge, 7 unit passive cool box, dan 20 unit temperature recorder.

Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra menyampaikan harapannya terkait bantuin ini, ia mengaku PMI telah banyak dibantu sejak 20 tahun yang lalu.

"Harapannya sih supaya kita tetap diperhatikan dengan rotary baik yang ada di Bali maupun internasional karena kalau kesehatan masyarakatnya bagus kan pariwisatanya juga ikut bagus," katanya.

Program bantuan ini merupakan salah satu program dari Rotary Foundation.

Dukungan bantuan ini dimulai pada tahun 1999 dengan pembangunan kembali gedung UTD PMI provinsi Bali secara ekstensif di dalam RSUP Sanglah Denpasar.

Bantuan Rotary berlanjut dengan menyediakan peralatan tambahan pada tahun 2002 yang rampung sesaat sebelum bom Bali pada bulan Oktober 2002, dan berperan penting dalam menyelamatkan nyawa banyak korban titik kala itu.

Dukungan terus berlanjut diberikan oleh Rotary Club dari Jepang, Korea, dan negara-negara lain.

Bahkan satu unit kendaraan baru untuk pengambilan darah akan diserahkan pada bulan November, menggantikan kendaraan yang sekarang telah berusia 20 tahun. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved