Jangan Heran Jika Lihat Jumlah Anggota Polisi Signifikan di Beberapa Tempat di Wilayah Bali

Jangan Heran Jika Lihat Jumlah Anggota Polisi Signifikan di Beberapa Tempat di Wilayah Bali

Jangan Heran Jika Lihat Jumlah Anggota Polisi Signifikan di Beberapa Tempat di Wilayah Bali
surya/hayu yudha prabowo
Ilustrasi Densus 88 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pasca ditangkapnya dua jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) di Jembrana, Bali pada Kamis (10/10/2019) dini hari lalu, pihak kepolisian lebih memperketat dan meningkatkan keamanan di Bali khususnya di pusat-pusat pariwisata.

Terlebih diketahui, dua orang jaringan JAD tersebut sudah lama berada dan tinggal di Sedap Malam, Nomor 132, Denpasar Timur, Bali.

Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra mengatakan, penangkapan terhadap dua orang jaringan JAD berinisial AT dan ZA itu, menandakan bahwa sel-sel dari kelompok mereka itu ada di Bali.

"Ya semua elemen masyarakat diminta harus terlibat untuk pengamanan wilayah Bali dan bukan hanya Polisi dan TNI saja. Dengan ada yang ketangkap, semua pihak jangan hanya polisi saja, jangan hanya TNI saja tapi semua elemen masyarakat harus terlibat dengan mengamankan ke ajegan Bali," ujarnya saat dihubungi, Senin (14/10/2019).

Ia juga menyampaikan, untuk peningkatan dari pihak kepolisian Polresta Denpasar tentu lebih ditingkatkan dengan adanya peristiwa itu.

Untuk daerah yang disisir untuk pengamanan di wilayah hukum Denpasar adalah lokasi-lokasi indekos untuk mensosialisasikan pengamanan.

"Berkaitan lokasi dan titik-titik yang disisir, Bapak Kapolresta sudah mengumpulkan para pejabatnya kemarin. Jadi dalam Vicon (video conference) dengan Bapak Kapolri. Selesai vicon, dia (Kapolresta) mengarahkan khususnya dari Unit-unit Binmas (Pembina Masyarakat). Kemudian Unit-unit intelijen dan pengembang dan pembinaan serta penyuluhan itu wajib masuk ke komunitas-komunitas seperti kelompok pemilik rumah kos," ungkapnya.

"Kemudian kelompok-kelompok dari lokasi yang digunakan tempat tinggal pendatang. Jadi berdasarkan kejadian yang terjadi di luar wilayah Bali itu menjadikan rekomendasi, bahwa kita tidak boleh menganggap Bali ini selalu aman," tambahnya.

Pihaknya akan memaksimalkan pengamanan pada tempat-tempat yang diatensi di wilayah Bali, khususnya di Denpasar tentu adalah pusat pariwisata untuk menjaga keamanan para wisatawan.

"Iya pasti seperti obyek vital, seperti pelabuhan, bandara, termasuk pusat-pusat kunjungan wisata itu menjadi atensi. Termasuk mall-mall karena kita tidak tau dimana itu bisa terjadi. Makannya mari kita sepakati, bahwa kejahatan akan terjadi karena ada peluang sehingga niat akan muncul," ujarnya.

Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved