Pungli Ada karena Ketidaktahuan Masyarakat, Saber Pungli Sasar Aparatur Negara

Fokus dari Saber Pungli adalah aparatur yang aktif untuk minta uang. Kalau ada masyarakat yang memberikan uang kemudian diterima pasti larinya bisa ke

Pungli Ada karena Ketidaktahuan Masyarakat, Saber Pungli Sasar Aparatur Negara
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Tenaga Ahli Menko Polhukam , Adi Warman 

“Fokus dari Saber Pungli adalah aparatur yang aktif untuk minta uang. Kalau ada masyarakat yang memberikan uang kemudian diterima pasti larinya bisa ke KPK atau kepolisian,” terangnya.

Ia menambahkan, Saber Pungli tidak langsung masuk ranah pidana, tetapi yang dikedepankan adalah APIP (Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah).

Di situ yang dikedepankan adalah PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dengan melakukan silent pembinaan. Dan kalau keterlaluan baru kemudian dibawa ke ranah pidana.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Saber Pungli Pusat, Irjen Pol. Dr. Widiyanto Poesoko, meminta urusan yang mudah jangan dipersulit, dan yang cepat jangan diperlama.

Terkait penindakan pungli, ia menegaskan tidak selamanya pungli itu masuk ke pengadilan.

Jika ada masalah, mungkin bisa diserahkan pada pimpinan masing-masing atau APIPnya, dan tidak perlu diproses peradilan selama tidak berdampak besar.

“Kalau dibawa ke pengadilan coba dihitung dulu kerugiannya berapa, dan dampaknya bagaimana. Kalau tidak berdampak cukup dibina. Tetapi kalau meresahkan masyarakat, walaupun punglinya sedikit tetap harus diajukan ke pengadilan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Provinsi Bali Wayan Sugiada mengatakan untuk mengawasi Desa Adat, kini sudah dibentuk Majelis Desa Adat (MDA) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Aerox 155 VVA MAXI Yamaha  Menjadi Motor Matik Dengan Performa Terbaik

Handoko Gugat Perdata Mantan Istri di PN Denpasar, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi dan menjalin kesepakatan dengan MDA agar masyarakat adat tidak melakukan pungutan-pungutan di luar Peraturan Perundang-undangan.

Menurut pengamatannya, pungli dilakukan karena ketidaktahuan masyarakat. “Seluruh aduan sudah kami tindak lanjuti,” ucap Sugiada. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved