Warga Banjar Ketapang Lampu Gelar Tradisi Sedekah Laut , Wujud Terima Kasih terhadap Alam

Tradisi sedekah laut ini sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap alam Bali atas segala hal yang telah diberikan.

Warga Banjar Ketapang Lampu Gelar Tradisi Sedekah Laut , Wujud Terima Kasih terhadap Alam
dok. ist.
Warga Banjar Ketapang Lampu Desa Pengambengan, Jembrana, saat melaksankan rangkaian sedekah laut, Sabtu (12/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Warga Banjar Ketapang Lampu, Desa Pengambengan Kecamatan Negara menggelar tradisi sedekah laut.

Ini sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap alam Bali atas segala hal yang telah diberikan.

Tokoh pemuda Banjar Ketapang Lampu, M Sauki mengatakan, sedekah laut merupakan ucapan rasa syukur atas berkah yang diberikan Tuhan penguasa alam raya.

Sedekah laut ditujukan untuk menghidari bencana dan wabah penyakit yang bisa terjadi jika lingkungan rusak.

"Kami bekerja, makan, tinggal bahkan mati di tanah ini. Maka harus kami menjaganya," ucap Sauki, Minggu (13/10/2019).

Sauki menjelaskan, sedekah laut atau syukuran digelar, Sabtu (12/10/2019) dari pagi hingga malam.

Para pemuda serta orang tua menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pawai sampan hingga lomba memungut sampah.

Untuk lomba memungut sampah diikuti oleh anak-anak Banjar Ketapang Lampu.

"Kami ajak anak-anak dengan tujuan melakukan edukasi kepada anak-anak. Jadi mereka belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Sambung dia, menjaga lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab warga.

Selain menjaga alam, warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Pesisir Lampu (PMPL) ini juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersaman, tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks.

"Kami juga tanamkan toleransi. Intinya bersedekah sambil mengajak anak-anak untuk mencintai tanah airnya," jelasnya.

Sauki mengatakan, hampir 90 persen masyarakat di banjarnya menggantungkan diri sebagai nelayan.

Ia tegaskan, jika alam rusak maka tidak ada lagi ikan tangkapan. Ujungnya mereka pun akan menjadi pengangguran. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved