Simpang Ring Banjar

Warisan Gelungan Sakral Joged Gandrung Diupacarai Setiap Odalan Purnama Sasih Karo

Banjar Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali, memiliki warisan seni berupa tarian sakral yaitu Tari Joged Gandrung

Warisan Gelungan Sakral Joged Gandrung Diupacarai Setiap Odalan Purnama Sasih Karo
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Prasasti Blanjong merupakan peninggalan berupa batu tulis yang menggunakan bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno. Prasasti Blanjong telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya tingkat kota oleh Wali Kota Denpasar. Warisan Gelungan Sakral Joged Gandrung Diupacarai Setiap Odalan Purnama Sasih Karo 

Warisan Gelungan Sakral Joged Gandrung Diupacarai Setiap Odalan Purnama Sasih Karo

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banjar Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali, memiliki warisan seni berupa tarian sakral yaitu Tari Joged Gandrung yang biasanya dipentaskan saat ada piodalan di banjar setempat. 

Gamelan dan gelungannya dipercaya sangat sakral.  

“Sampai sekarang yang masih kita warisi adalah gelungannya karena masih original dari dulu. Sedangkan tatakan gamelannya yang berbentuk singa sudah hilang. Dan sampai sekarang belum ditemukan sehingga diganti kain dengan singa yang lain,” terang Kepala Dusun Blanjong, I Nyoman Sumerdana.

Odalan di banjar dilaksanakan setiap satu tahun sekali yakni bertepatan dengan Purnama Sasih Karo.

Setiap odalan gelungannya pasti diturunkan untuk diupacarai.

Sekaa yang aktif di Banjar Blanjong antara lain Sekaa Gong, Sekaa Santi, Sekaa Teruna-teruni (STT) Putra Bahari, dan PKK.

Semuanya aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh desa.

Banjar Blanjong sudah ada sejak tahun 1926. Awalnya berbentuk sekaa.

Lambat laun karena perkembangan kewilayahan maka kemudian berbentuk banjar.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved