Breaking News:

Simpang Ring Banjar

Warisan Gelungan Sakral Joged Gandrung Diupacarai Setiap Odalan Purnama Sasih Karo

Banjar Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali, memiliki warisan seni berupa tarian sakral yaitu Tari Joged Gandrung

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Prasasti Blanjong merupakan peninggalan berupa batu tulis yang menggunakan bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno. Prasasti Blanjong telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya tingkat kota oleh Wali Kota Denpasar. Warisan Gelungan Sakral Joged Gandrung Diupacarai Setiap Odalan Purnama Sasih Karo 

Adapun jumlah krama banjar yakni 87 KK.

Arti nama Blanjong dipercaya berasal dari peristiwa saat ada sebuah kapal China di laut.

Kemudian kapal itu disebut Njung.

Tiba-tiba terjadi bencana yang menyebabkan kapal itu belah (pecah) sehingga kalau disambungkan menjadi Blanjong.

Kata Blanjong juga dapat ditemui pada nama pura dan prasasti.

Prasasti Blanjong merupakan peninggalan berupa batu tulis yang menggunakan bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno.

Hanya saja sampai sekarang belum diketahui secara detail isinya.

Sumerdana menceritakan Prasasti Blanjong merupakan peninggalan Raja pertama Bali, Sri Kesari Warmadewa sekitar tahun 900 an masehi.

Prasasti itu disucikan sehingga tidak sembarang orang boleh masuk ke area pura tempat prasasti itu ditemukan.

“Jadi pura itu diempon oleh tiga kelompok yakni Ceramcam Kesiman, Lantang Idung dan Renon,” kata Sumerdana.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved