10 Hektar Hutan Puncak Landep di Buleleng Terbakar

Musim kemarau berkepanjangan membuat Hutan Puncak Landep, pada Minggu (13/10/2019) sore terbakar.

10 Hektar Hutan Puncak Landep di Buleleng Terbakar
dok. ist.
Anggota TNI mengecek sisa kebakaran yang terjadi di Hutan Puncak Landep, Senin (14/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah lahan kering di Buleleng terbakar.

Terbaru, musibah ini terjadi di Dusun Mekar Sari, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, atau lebih tepatnya di Hutan Puncak Landep, pada Minggu (13/10/2019) sore.

Lahan kering seluas kurang lebih 5 hekatar yang ada di wilayah tersebut ludes terbakar. Total sudah 10 hektare selama sepekan ini yang terbakar.

Ketua BUMDes Panji Edi Susena, dikonfirmasi Senin (14/10/2019) mengatakan, kebakaran ini baru diketahui warga pukul 17.30 wita.

Dari arah kejauhan, terlihat kepulan asap tebal sudah membumbung di areal hutan Puncak Landep.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya bersama sejumlah warga bergegas mendatangi lokasi kebakaran, yang jaraknya memang cukup jauh dari pemukiman warga.

Setibanya di lokasi, sebut Susena, pihaknya langsung memotong jalur api, dengan memangkas semak-semak kering.

Hingga api berhasil dipadamkan sekira pukul 20.30 wita. Kebakaran di Hutan Puncak Landep ini dikaui Susena juga pernah terjadi sekitar satu minggu yang lalu.

Luas lahan yang terbakar kala itu juga diperkirakan sekitar 5 hektar.

"Kalau ditotalkan dengan kejadian kemarin, lahan yang terbakar itu sekitar 10 hektar, yang terbakar rata-rata semak-semak kering, ada juga beberapa pohon," jelasnya.

Dengan kejadian ini, BUMDes kata Susena, berencana menanam pohon-pohon besar, seperti beringin, yang mampu bertahan dalam cuaca ekstrim seperti saat ini.

"Hutan Puncak Landep itu memang masuk kawasan hutan lindung. Tapi kami diberi hak mengelola dan memanfaatkan sumber airnya. Jadi kami juga harus menjaga kelestariannya," terangnya.

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Verdy de Irawan menyebutkan, dirinya telah menyiagakan 150 anggota TNI untuk membantu masyarakat melakukan pemadaman, terhadap kebakaran hutan yang terjadi di Buleleng.

Bahkan, Irawan mengaku siap dicopot dari jabatannya, bila tidak mampu memadamkan api.

"Kami sudah siapkan personel penanganan kebakaran hutan ini. Atas intruksi Presiden, kebakaran hutan harus betul menjadi perhatian. Sekecil apapun api tidak boleh dibiarkan. Jadi presiden juga menyebut kalau tidak bisa menangani api, risikonya ya dicopot dari jabatan. Untuk kebakatan di Panji kan sudah padam apinya. Ada 10 personel yang kami turunkan saat itu untuk membantu warga," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved