Belajar Dari Kasus SGB, Masyarakat Bali Kini Harus Berhati-hati Dalam Berinvestasi

Satuan Tugas (Satgas) Investasi Provinsi Bali mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan investasi.

Belajar Dari Kasus SGB, Masyarakat Bali Kini Harus Berhati-hati Dalam Berinvestasi
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sejumlah krama Bali datangi DPRD Bali mengadukan kasus dugaan penipuan investasi di PT SGB, Denpasar, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Tugas (Satgas) Investasi Provinsi Bali mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan investasi.

Terlebih jika ada perusahaan yang menarwarkan suku bunga atau imbal jasa yang melebihi batas kewajaran.

"Kami mengimbau kepada masyarakat luas untuk berhati-hati melakukan transaksi investasi baik berbentuk PT, koperasi, (dan) yayasan dengan iming-iming imbal jasa atau bunga yang tinggi yang di luar kewajaran," kata anggota satgas, I Gede Indra Dewa Putra.

Selain melihat suku bunga, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali itu mengatakan perlu juga dilihat legalitas dari perusahaan yang bersangkutan.

"Pada masyarakat saya imbau untuk cek legalitas (seperti) badan hukum (dan) perinzinannya, apakah udah lengkap," kata dia.

Dijelaskan olehnya, jika sebuah perusahaan bergerak dalam bidang investasi, tentunya harus ada izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau instansi lain yang terkait.

Gede Indra menilai, saat ini masih perlu penyadaran bagi masyarakat terhadap investasi yang wajar.

Menurutnya investasi yang wajar itu bisa dibandingkan dengan suku bunga bank.

Jika sampai ada perusahaan yang mengatakan bahwa terdapat suku bunga lebih dari 4 sampai 5 persen dan 10 imbal jasa dalam sebulan, maka itu sudah bisa dikatakan melewati batas kewajaran.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menerima sebanyak 41 orang diduga korban investasi bodong, Kamis (10/10/2019).

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved