Bukti Sel-sel JAD Ada di Bali, Kepolisian Perketat Keamanan di Pulau Dewata

- Sementara itu, pasca ditangkapnya dua anggota jaringan JAD Bali, pihak kepolosian lebih memperketat dan meningkatkan kemananan di Pulau Dewata

Bukti Sel-sel JAD Ada di Bali, Kepolisian Perketat Keamanan di Pulau Dewata
Tribun Bali/Saiful Rohim
PERIKSA KENDARAAN - Polisi dibantu anjing pelacak memeriksa kendaraan yang masuk ke Bali lewat Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, Minggu (13/10/2019).  

ZAI yang baru berusia 14 tahun. diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Bali. Dia direkrut ayahnya, AT, untuk masuk JAD yang berbait ke ISIS.

“AT aktif berikan tutor pembuatan bom dengan judul produk Indo yang di-share di kelompok mereka. AT juga mengajak putranya ZA untuk amaliyah,” terang Dedi.

Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap AT dan ZAI.

“Ada barang bukti busur dan anak panah, serta peralatan bom seperti mur dan baut. Komponen itu sudah dikuasai pelaku dan siap digunakan,” katanya.

Bukan sekali ini saja anak dilibatkan oleh terduga teroris.

Dalam peristiwa pengeboman di Mapolrestabes Surabaya dan Gereja di Surabaya pada Mei 2018, anak-anak juga dilibatkan orangtua dalam aksi bom maut.

Dengan usianya yang baru 14 tahun atau masih di bawah umur, dalam penanganannya ZAI akan mendapat perlakuan khusus dari kepolisian.

8 Provinsi

Sejak peristiwa penusukan terhadap Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Tim Densus 88 telah menangkap 22 orang terduga teroris di delapan provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat (Jabar), Bali, Jambi, Jakarta, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Utara (Sulut), dan Lampung.

Penangkapan dilakukan mulai 10-14 Oktober 2019.

Halaman
1234
Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved