Debit Air di Embung Seraya Karangasem Mengecil, Tegalan Warga Tak Dapat Pengairan

Tinggi air di Waduk Seraya kini hanya sekitar 30 sentimeter. Tinggi sedemikian tidak bisa mengaliri tegalan warga.

Debit Air di Embung Seraya Karangasem Mengecil, Tegalan Warga Tak Dapat Pengairan
dok. ist.
Kondisi Embung Seraya di Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Senin (14/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Debit air di embung (waduk) Seraya, Seraya, Kecamatan Karangasem menurun drastis.

Penurunan debit yang drastis ini terjadi sejak bulan lalu.

Tinggi air di Waduk Seraya kini hanya sekitar 30 sentimeter. Tinggi sedemikian tidak bisa mengaliri tegalan warga.

Penjaga Embung Seraya, Ketut Alit mengungkapkan, air di embung berkurang sejak lima bulan lalu. Terhitung dari Mei hingga Oktober 2019.

Air berkurang secara bertahap. Padahal, air dari Embung Seraya ini harus digunakan warga untuk minum ternak, cuci pakaian, MCK, dan menyirami tegalan warga.

"Embung Seraya cukup menampung air 100.000 meter kubik. Lima tahun lalu embung sampai kering, sama sekali tak ada air. Tapi yang sekarang sisa air kisaraan 30 sentimeter," ungkap Ketut Alit, kemarin.

Embung Seraya dimanfaatkan oleh 150 KK warga Desa Seraya Tengah dan Seraya Barat, Kecamatan Kaarangasem.

Untuk kebutuhan seharinya, seperti minum, warga menggunakan air PDAM Karangasem yang sudah masuk sejak beberapa tahun lalu. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved